Bersama Bupati, Wakil Bupati, Pejabat dan Masyarakat, Pegawai PA Nunukan Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1435 H

Gaya Ustadzah Tan Mei Hwa Saat Berceramah di Masjid Agung Al-Mujahidin, Nunukan
Nunukan | www.pa-nunukan.go.id
Menyambut pergantian Tahun Baru Islam dari 1434 H ke 1435 H, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kab. Nunukan menyelenggarakan acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 H, bertempat di Masjid Agung Al-Mujahidin, Nunukan, Selasa (5/11/2013).
Acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 H ini dihadiri Bupati Nunukan Drs. H. Basri, yang baru seminggu ini kembali dari Kota Suci Makkah al-Mukarramah menunaikan ibadah Haji. Hadir pula Ibu Wakil Bupati Hj. Asmah Gani, unsur pimpinan Muspida atau Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala-kepala Dinas, tokoh-tokoh masyarakat dan umat Islam di Kab. Nunukan.
Hampir sebagian besar pegawai PA Nunukan, termasuk Ketuanya, menghadiri acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 H, yang dimulai pukul 9.00 WIB pagi hari itu.
Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai satu-satunya masjid terbesar di Kab. Nunukan, memang sering dijadikan tempat pengajian akbar atau peringatan hari-hari besar Islam. Ini karena Pemkab. Nunukan belum mempunyai masjid sendiri sebagai tempat pusat kegiatan ke-Islaman (Islamic Center).
Setelah didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan Doa Istighatsah oleh Majelis Taklim Al-‘Inabah serta sambutan dari Bupati Nunukan, Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 ini diisi dengan ceramah agama oleh ustadzah Tan Mei Hwa dari Surabaya.
Ini adalah untuk pertama kalinya PHBI Kab. Nunukan mendatangkan muballighah/ustadzah perempuan. Biasanya selama ini PHBI Kab. Nunukan hanya mendatangkan muballig/ustadz kondang dari Jawa yang berjenis kelamin laki-laki.
Hampir selama 2 jam, ustadzah keturunan China yang muallaf sejak duduk di bangku SMA ini dengan gaya khasnya “menghipnotis” para jamaah Masjid Agung Al-Mujahidin, menyampaikan pesan-pesan moral kepada para jamaah yang hadir pagi hari itu.
Karena ustadzah Tan Mei Hwa ini adalah seorang perempuan, maka isi ceramahnya lebih banyak menyinggung masalah pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Apalagi memang hampir 60% jamaah yang hadir saat itu adalah Ibu-ibu.
Dengan sangat menariknya, ustadzah keturunan China yang berhasil mengislamkan kedua orang tuanya ini, mampu menarik perhatian para jamaah yang tak kuasa menahan sanjungannnya, dengan memberikan aplaus/tepuk tangan, tanda “menyentuh kalbu” dengan ceramah yang disampaikan ustadzah Tan Mei Hwa.
Sekitar pukul 11.30 WIB. acara Peringatan Tahun Baru Hijriah 1435 yang cukup berkesan ini selesai. Selesai untuk para jamaah Masjid Besar Al-Mujahidin. Tapi tidak selesai untuk ustadzah Tan Mei Hwa.

Jamaah Saat Mendengarkan Pesan-pesan Moral dari Ustadzah Tan Mei Hwa
Karena selesai dari sini, ustadzah Tan Mei Hwa dan rombongan akan langsung berangkat ke Sebatik untuk memberikan ceramah kepada umat Islam di Sebatik yang sudah menunggunya. Makanya Panitia memberitahukan kepada para jamaah agar tidak perlu bersalaman kepada ustadzah Tan Mei Hwa yang akan segera berangkat.
Semoga pesan-pesan moral yang disampaikan ustadzah Tan Mei Hwa berkesan dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari!
(tim redaksi jurindomal pa-nnk)
