Bimtal PA Sijunjung Bahas Problematika Seorang Istri

(Gambar ilustrasi :"Pengabdian seorang istri terhadap suami")
Sijunjung | pa-sijunjung.go.id
Berdasarkan agenda tahunan 2013 yang telah disusun rapi Ketua Pengadilan Agama Sijunjung Drs. Jamhur, MHI, pada Kamis (26/9/2013) di ruang sidang utama PA Sijunjung dilaksanakan acara rutin Bimbingan Mental.
Acara ini dihadiri oleh Ketua PA Sijunjung, Wakil Ketua PA Sijunjung, seluruh Hakim dan Pegawai PA Sijunjung. Narasumber dalam acara tersebut adalah Drs. Syofyan (Hakim PA Sijunjung). Ceramah yang ia sajikan berjudul “Pengabdian Seorang Isteri Terhadap Suaminya”.
Menurut narasumber, tugas isteri sebenarnya lebih berat dari pada suami, karena sang isteri terutama selalu berada di rumah, yaitu pekerjaan yang dilakukannya tidak pernah selesai dikerjakan, seperti memasak, mencuci, menyapu membersihkan rumah dan halaman rumah, memandikan anak, mengantar anak sekolah dan masih banyak lagi tugas-tugas yang harus dilakukan oleh isteri dirumah, bahkan dirumah terkadang merasa jenuh, apalagi kalau punya anak dan suka nangis, bisa-bisa hilang kesabaran yang berakibat memukul anak.
Tugas isteri ditambah lagi harus memikirkan anggaran rumah tangga untuk makan, apakah cukup untuk hari esok, isteri harus ngutang sana sini agar suami bisa makan enak.
Isteri harus mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang santun dan berbudi pekerti yang luhur terhadap orang tua dan masyarakat, isteri harus memperhatikan lingkungan pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus kelembah penyalah gunaan obat-obat terlarang.
Isteri terkadang harus menunggu suami pulang kerja, dan makan bersama, isteri menyambut suami dengan senyuman kepulangan suami dari kerja, membantu melepaskan sepatu dan menyiapkan makan minum untuk suami tercinta.
Isteri juga terkadang menangis akibat dari perlakuan suami yang tidak menghargai pekerjaan isteri, seperti makanan yang dihidangkan ternyata tidak dimakan oleh suami setelah pulang kerja. Perlakuan suami terhadap isteri yang sering menjawab dengan kasar dan menyakitkan hati isteri, padahal kalau malam isteri dibujuk dan dirayu oleh suami yang memang ada maunya.
Di jaman sekarang biaya hidup serba mahal, semakin banyak isteri yang mulai tumbuh uban dikepala karena terlalu banyak memikirkan, bagaimana mengatur anggaran rumah tangga, bagaimana mengatur untuk biaya makan, dan bagaimana mengatur untuk biaya pendidikan anak-anaknya dan ditambah biaya lainnya yang tak terduga harus disiapkan.
Isteri harus tetap berusaha mempercantik diri agar tetap menarik di mata suami, harus bisa menyisihkan sebagian uang untuk membeli alat kecantikan. biasanya isteri yang sudah punya anak sering tidak memperhatikan lagi perawatan diri, sehingga suami bermain mata dengan wanita lain.
Padahal suami sejelek apapun keadaanya, isteri masih tetap menyayangi suaminya, oleh sebab itu isteri hanya mengharapkan sikap ramah dan kasih sayang dari suami kepada isteri dan isteri menharapkan suami dapat menghargai dan menerima apa adanya yang disediakan dan di hidangkan oleh isteri kepada suaminya.
Saling pengertian, saling setia dan saling kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga adalah kunci kebahagiaan dalam membina rumah tangga.
Oleh karena itu antara suami dan isteri haruslah saling bekerja sama dalam membina rumahtangga dan menghargai peran masing-masih sehingga terbentuklah rumahtangga yang sakinah mawaddah warrahmah.(HS)
