logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

Calon Hakim 'Launching' Buku di PTA Yogyakarta

Yogyakarta | pta-yogyakarta.go.id

Seorang calon hakim peserta program magang Pendidikan Pelatihan Calon Hakim Terpadu (PPC Terpadu) di Pengadilan Agama Yogyakarta menyerahkan buku karyanya kepada Ketua PTA Yogyakarta. Penyerahan buku dilaksanakan usai penyerahan Surat Keputusan Pendefinitipan Hakim kepada para calon hakim di wilayah PTA Yogyakarta (21/09/2013).

Natsir Asnawi, SHI., calon hakim tersebut merupakan lulusan terbaik calon hakim pengadilan agama dalam program pendidikan yang dilaksanakan Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Latihan Hukum dan Keadilan (Balitbang Diklatkumdil) Mahkamah Agung tahun 2013 ini.

Buku pertama Natsir ini berjudul Hukum Pembuktian Perkara Perdata di Indonesia: Kajian Kontekstualitas Sistem, Asas, Prinsip, Pembebanan, dan Standar Pembuktian. Terbitan perdana ini diterbitkan oleh UII Press.

Nasir dalam kesempatan 'launching' tersebut didampingi delapan rekan lainnya sesama calon hakim penerima SK. Sebagaimana pernah diberitakan, calon-calon hakim di wilayah PTA Yogyakarta berhasil meraih enam posisi, sekaligus mendominasi sepuluh peserta terbaik calon hakim peradilan agama dalam program pendidikan.

Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. Mansur Nasir, SH., MH. mengaku sangat apresiatif dengan upaya Natsir Asnawi dalam menuangkan pengetahuan dan pemikirannya sebagai praktisi hukum ke dalam tulisan dan menerbitkannya ke dalam buku di usianya yang masih muda.

Orang nomor satu di PTA Yogyakarta ini juga mengakui mengikuti tulisan-tulisan calon hakim yang produktif menulis ini di kolom artikel website badilag.net. Tulisan-tulisan calon hakim ini cukup banyak memperoleh komentar dan apresiasi dari netizen warga peradilan agama dalam website tersebut.

"Saya berharap kegiatan menulis menjadi tradisi bagi para hakim khususnya hakim dalam wilayah PTA Yogyakarta," ujar Mansur Nasir saat ditemui tim redaksi di ruang kerjanya. Ia juga berharap Natsir Asnawi terus meningkatakan pengetahuannya dan tidak pernah berhenti mengembangkan potensi dirinya. Lebih lanjut Ketua PTA Yogyakarta berharap bahwa buku Natsir ini dapat memperkaya khazanah pemikiran yang ditulis oleh kader peradilan agama sendiri.

Membahas sistem hukum pembuktian

Menurut Natsir, buku yang ia tulis ini sesungguhnya merupakan refleksi dari pemikiran dan pengamatannya mengenai perkembangan perubahan penting dalam sistem hukum pembuktian di Indonesia. Jika pada beberapa dekade terakhir sistem hukum pembuktian berpaku pada sistem tertutup (closed system) maka dewasa ini, sistem tersebut bertransformasi menjadi sistem terbuka (opened system) yang mengakomodasi perkembangan dan perubahan zaman serta dinamika hukum di masyarakat.

Salah satu unsur terpenting dalam pembuktian perkara perdata adalah alat-alat bukti. Eksistensi ala-alat bukti menjadi sedemikian krusial, terutama karena perkembangan dinamika di masyarakat menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma dan media dalam menyampaikan informasi. Tehnologi turut andil dalam mempengaruhi pengaturan mengenai alat-alat bukti yang diterima dan diakui oleh hukum (admissable by law).

 

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice