Empat Ketua PA di Jakarta Telah Dilantik Melalui Sidang Luar Biasa

Ketua PTA Jakarta, Dr. H. Khalilurrahman saat memimpin sidang luar biasa pelantikan Ketua 4 PA se DKI Jakarta
Jakarta | pta-jakarta.go.id
Empat PA di DKI Jakarta resmi berganti nakhoda. Jumat, 6 September 2013 telah dilangsungkan prosesi pelantikan Ketua melalui sidang luar biasa di aula Kantor PTA Jakarta, Duren Sawit Jakarta Timur. Keempat PA tersebut adalah PA Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Mereka adalah H. Achmad Zainullah, S.H. menjadi Ketua PA Jakarta Utara sebelumnya Ketua PA Tuban , Drs. H. Abdul Hakim, M.H.I menjadi Ketua PA Jakarta Barat, Dra. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. menjadi Ketua PA Jakarta Pusat sebelumnya menjabat Ketua PA Karawang dan Dr. H. Imron Rosyadi,S.H., M.H. menjadi Ketua PA Jakarta Selatan sebelumnya Ketua PA Kodya Malang.
Sejumlah pimpinan dan pejabat PTA dan PA hadir menyaksikan pelantikan sekaligus pengambilan sumpah tersebut. Antara lain Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Muh Rum Nessa, S.H., M.H, Ketua PTA Semarang, Drs. H. Wildan Suyuti, S.H., M.H, Waka PTA Surabaya, dan Pansek PTA Surabaya. Selain itu para hakim tinggi dan pejabat struktural / fungsional PTA dan PA se DKI Jakarta dan PA Karawang.

Inilah majelis sidang luar biasa pelantikan Ketua 4 PA di Jakarta
Prosesi sidang luar biasa yang dipimpin Ketua PTA Jakarta Dr. Khalilurrahman berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak selaku anggota majelis adalah Drs. H.M Muhammad Shaleh dan Drs. H. Muslih Munawwar, S.H., M.H. Sementara yang menjadi panitera sekaligus protokol acara adalah Drs. H. Ach. Jufri, S.H. (Wapan PTA Jakarta)
Harus Bersikap Menjadi Orang Jakarta
Dalam amanat singkatnya Ketua PTA Jakarta, Dr. H. Khalilurrahman menyatakan selamat atas dilantiknya 4 Ketua PA di DKI Jakarta. "Saya ucapkan selamat datang di Jakarta," ujarnya.
Ditegaskan Khalilurrahman, penempatan pejabat di Jakarta menyitir ucapan Dirjen Badilag, banyak sekali yang mau ke Jakarta namun tidak semuanya mampu. "Suka tidak suka mau tidak mau kita sudah (bertugas) di Jakarta, oleh karena itu kita harus memposisikan diri menjadi orang Jakarta maka tidak ada alternatif lain kecuali berbicara dan berfikir untk jakarta," ucap Khalilurrahman.
"Jadi prinsipnya kita harus kaffah masuk Jakarta, udkhulu fi Jakarta Kaaffah," imbuhnya. Khalilurrahman juga memberi alasan bahwa posisi Jakarta adalah radius terdekat dengan pusat MA. Apa yang terjadi di PTA Jakarta hampir pasti akan diketahui oleh MA, begitu juga dengan sebaliknya. Khalilurrahman juga berpesan kepada semua Ketua PA yang baru saja dilantik agar segera menyesuaikan dengan kondisi Jakarta.

Inilah 4 mantan Ketua PA di Jakarta (depan) dan Ketua PA baru yang akan menggantikan (barisa belakang)
Untuk diketahui, secara serentak 4 Ketua PA di Jakarta berganti pimpinan yang mengalami promosi dan mutasi menjadi Hakim Tinggi di sejumlah PTA. Mereka adalah Drs. H. Yasardin, S.H., M.H sebelumnya Ketua PA Jakarta Selatan menjadi hakim tinggi PTA Palembang, Drs. H. Zulkifli Yus, S.H., M.H mantan Ketua PA Jakarta Utara menjadi Hakim Tinggi PTA Medan, Drs. H. Yusuf Buchori, S.H., M.H mantan KPA Jakarta Barat kini menjadi Hakim Tinggi PTA Medan, terakhir Drs. H. Tata Sutrayoga, S.H., M.H mantan KPA Jakarta Pusat diangkat menjadi Hakim Tinggi PTA Makassar. Sementara PA Jakarta Timur tidak mengalami rotasi dan tetap diketuai oleh Drs. H. Zulkarnain, S.H., M.H.
Aday | foto yusa
