Hakim Mediator PA Wates : Petuah Agama sebagai senjata keberhasilan Mediasi
Wates | pa-wates.net
Hakim mediator Ikhsanuddin,SH adalah sosok yang bisa dibilang mumpuni dalam memberikan petuah-petuah agama pada para pihak yang sedang berperkara di Pengadilan Agama Wates. Tidak sedikit pihak yang berperkara di Pengadilan kemudian mencabut gugatannya karena kepiawaian beliau dalam memediasi para pihak. “Petuah agama sebagai senjata keberhasilan mediasi”, ujar Ikhsanuddin dengan rendah hati.
Rabu (6/11/2013), Ikhsanuddin, SH berhasil kembali memediasi para pihak yang berperkara di Pengadilan Agama Wates, sehingga Penggugat Ny. LH Binti JH (Nama sudah dianonimisasi Redaksi) dengan tergugat Tn. Msh Bin Sy (Nama sudah dianonimisasi Redaksi) mencabut perkaranya di depan majelis Hakim yang di ketuai oleh Drs. Barwanto, SH dengan anggota majelis Siti Hanifah, S.Ag dan Ahmad Rifa’i, S.Ag., MHI.
Kedua belah pihak setelah melalui proses mediasi yang memakan waktu panjang selama dua kali pertemuan mediasi, akhirnya di depan hakim mediator menyatakan bersepakat untuk mengakhiri pertikaian dan bersepakat pula untuk mencabut gugatanya yang telah terdaftar dalam register perkara Nomor : 0424/Pdt.G/2013/PA.Wt.
Ikhsanuddin, SH dikenal sebagai Hakim mediator sukses yang beberapa kali telah berhasil memediasi para pihak selama beliau menjadi Hakim di Pengadilan Agama Wates, baik melalui mediasi sebagai Hakim Mediator maupun dalam sidang sebagai Ketua Majelis.
Terakhir beliau berhasil memediasi perebutan harta gono-gini atau harta bersama yang cukup alot permasalahannya, namun berkat kepiawaian beliau dalam memberikan petuah akhirnya berhasil dimediasi dan kedua belah pihak kemudian bersepakat untuk mengakhiri sengketa.
Sosok ramah dan murah senyum ini ketika di tanya tim redaksi “apa resep sebagai hakim mediator dalam setiap melakukan mediasi ?” beliau menjawab ringan “saya selalu mengutamakan nasehat-nasehat agama secara tulus yang dapat memberikan penyadaran kepada para pihak dan tidak lupa selalu berdoa dalam setiap mediasinya untuk kedua belah pihak yang bersengketa”, ujar Ikhsanuddin putra asli wonge inyong ngapak Banyumas ini dengan santai. (fid)
