Jelang Kunjungan Ketua MA ke Aceh, PT dan MS Aceh Gelar Rapat

Aceh | ms-aceh.go.id
Menurut rencana, Ketua Mahkamah Agung RI Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH dan rombongan akan berkunjung ke Aceh tanggal 4 – 6 September 2013 yang akan datang. Kedatangan Hatta Ali ke Aceh dalam rangka memberikan pembinaan kepada Hakim dan Panitera/Sekretaris empat lingkungan peradilan se Aceh.
Kegiatan pembinaan dilaksanakan di Sabang yaitu kota tujuan wisata bahari yang terkenal dengan pemandangan bawah lautnya. Jarak antara Banda Aceh dan Sabang sekitar 50 menit perjalanan menggunakan kapal Ferry cepat yang berangkat dari pelabuhan Ule Lheu Banda Aceh.
Guna untuk mempersiapkan dan menyambut kedatangan orang nomor satu di MA ini, PT dan MS Aceh melaksanakan rapat bersama dengan mengambil tempat di aula PT Banda Aceh pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2013.
Hadir Ketua PT Banda Aceh H. Sumantri, SH., MH, Wakil Ketua H. Chaidir, SH., MH, Wakil Ketua MS Aceh Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH., MH, Hakim Tinggi dan Panitera/Sekretaris PT dan MS Aceh, Kepala Dilmil I-01 Banda Aceh Budi Purnomo, SH., MH, Ketua PN, PTUN dan undangan lainnya.
Dalam penjelasannya, Wakil Ketua PT Banda Aceh H. Chaidir mengatakan bahwa selain memberikan pembinaan bagi Hakim dan Panitera/Sekretaris, Ketua MA akan bernostalgia di Sabang, hal ini mengingat beliau pernah menjadi Hakim pada PN Sabang pada tahun delapan puluhan.
Oleh karena itu, Ketua MA akan menggunakan waktu yang singkat agar dapat melaksanakan kegiatan untuk mengulangi kenangan yang lalu. Pada waktu bertugas di Sabang, Ketua MA sempat membentuk kesebelasan sepak bola yang disegani pada masanya dan ada kemungkinan Ketua MA akan melakukan petandingan sepak bola pesahabatan.
Dalam rapat yang dihadiri pimpinan empat lingkungan peradilan tersebut, Wakil Ketua PT H. Chaidir sebagai pimpinan rapat menyebutkan bahwa Ketua MA berpesan supaya tidak meminta bantuan ke Pemerintah Daerah sehubungan dengan kunjungannya ke Aceh. “Ketua MA tidak bersedia makan siang di pendopo gubernur,” kata H. Chaidir memberikan penjelasan pesan dari Ketua MA.
Dalam rapat diputuskan bahwa setelah Ketua MA dan rombongan tiba di Banda Aceh sekitar pukul 11.00 Wib lalu bersilaturrahmi kepada Gubernur Aceh sebagaimana layaknya seorang tamu yang berkunjung ke daerah, kemudian makan siang di restoran see food Banda yang berlokasi di daerah Ule Lheu.
Peserta rapat sependapat agar kunjungan Ketua MA dan rombongan berjalan dengan tertib dan sukses karena apapun namanya hal ini adalah merupakan kehormatan dan penghargaan bagi warga peradilan di Aceh. “Mari kita bahu membahu dan bersatu padu agar kunjungan Ketua MA dan rombongan ke Aceh berjalan dengan sukses,” ujar Ketua PT memberikan petuah.

Peserta rapat pro aktif memberikan sumbangan pemikiran sehingga suasana rapat terasa hidup. Hal ini didorong oleh keinginan agar dapat memberikan yang terbaik bagi kebersamaan dan kekompakan mengemban tugas menyambut Ketua MA dan rombongan di tanah rencong serambi Mekkah.
Kita berharap apa yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga Ketua MA dan rombongan merasa senang dan gembira serta betah selama berada di Aceh. Rapat yang dimulai pukul 10.00 Wib tersebut berakhir menjelang tibanya waktu Zuhur.
(AHP)
