Ketua MS Aceh Monitoring dan Evaluasi Perkara Jinayat di MS Langsa
Langsa I ms-aceh.go.id
Kewenangan peradilan agama adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta memutus perkara yang diajukan kepadanya. Kewenangan tersebut dibatasi tentang perkara perdata mengenai keluarga seperti perceraian, harta bersama, waris dan lain sebagainya. Dan ditambah lagi kewenangan mengadili perkara ekonomi syariah.
Berbeda halnya dengan peradilan agama di Aceh yang disebut Mahkamah Syar’iyah. Selain berwenang mengadili perkara perdata agama dan ekonomi syariah, juga berwenang mengadili perkara pidana/jinayat sebagaimana diatur pada Qanun yang bersangkutan.

Kewenangan mengadili perkara jinayat telah terlaksana dengan baik dan Mahkamah Syar’iyah se Aceh yang berjumlah 23 satuan kerja melaksanakan persidangan dan administrasi perkara jinayat sebagaimana halnya dengan perkara perdata agama serta ekonomi syariah.
Mahkamah Syar’iyah Aceh sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengadilan di bawahnya, juga melakukan binwas terhadap perkara jinayat. Bedanya, apabila binwas terhadap perkara perdata agama dan ekonomi syariah pembiayaannya bersumber dari DIPA MA, sedangkan pembiayaan terhadap perkara jinayat bersumber dari anggaran Dinas Syariat Islam Aceh.
Guna melaksanakan fungsi binwas tersebut, Ketua MS Aceh H. Abd. Hamid Pulungan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkara jinayat di MS Langsa yang dilaksanakan pada hari Kamis (19/12).
Dalam monev tersebut, Ketua MS Aceh H. Abd. Hamid Pulungan memeriksa register jinayat dan ternyata telah diisi secara lengkap dan benar. Dirinya meminta kepada Panitera MS Langsa Khalidah agar register jinayat diinput tepat waktu sesuai proses perkaranya.
“Harap diisi register jinayat ini dengan baik dan benar serta tepat waktu,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan yang diiyakan oleh Khalidah.
Selain memeriksa register jinayat, H. Abd. Hamid Pulungan juga memeriksa ruang sidang. Pada kesempatan tersebut, dirinya berpesan agar ruang sidang dibuat dengan rapi dan bersih. Sebab, urainya memberi alasan, ruang sidang adalah tempat para hakim menjalankan fungsinya memeriksa dan mengadili serta memutus perkara.
“Ruang sidang ini harus terjaga dengan baik. Dipelihara kebersihan dan kerapiannya serta AC pun harus dingin,” pinta H. Abd. Hamid Pulungan kepada Wakil Ketua MS Langsa Mursyid Syah yang mendampingi dalam pemeriksaan tersebut.
Ruangan tahanan yang menjadi salah satu fasilitas yang harus ada pada Mahkamah Syar’iyah, diperiksa oleh H. Abd. Hamid Pulungan. Dirinya meminta agar ruang tahanan dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Monitoring dan evaluasi perkara jinayat yang dilaksanakan pada hari itu berjalan dengan baik dan lancar. Di akhir kunjungannya, H. Abd. Hamid Pulungan meminta agar dijaga kebersihan kantor agar tetap bersih dan terawat dengan baik.

