Ketua MS Kualasimpang Pembicara Dalam Seminar

Kualasimpang | kualasimpang.ms-aceh.go.id
Bertempat di Aula Setda. Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari Minggu tanggal 17 Nopember 2013, Ketua Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang Dra. Hj. Jubaedah, SH menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi dan Sarjana Agama Islam (IKA PASAI) yang bertema “ DINAMIKA PENERAPAN SYARI’AT ISLAM DI GERBANG TIMUR ACEH”. Seminar tersebut dihadiri lebih dari 200 orang peserta yang terdiri dari unsur TNI POLRI, unsur pemerintah,Tokoh Agama (MPU), Tokoh Masyarakat, Akademisi, Guru, Para Datok dan Imam Kampung.
Dalam seminar tersebut Ketua Mahkamah Syar’iyah menyampaikan materi dengan judul “ KEWENANGAN MAHKAMAH SYAR’IYAH DALAM PENEGAKKAN SYARI’AT ISLAM”. Selanjutnya Ketua Mahkamah Syar’iyah menyampaikan tentang proses penyelesaian perkara khususnya perkara jinayah di Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang, dalam penyelesaiannya mendapat kendala atau hambatan disebabkan perangkat-perangkat pendukung pelaksanaan syari’at Islam yang belum maksimal, diantara perangkat hukum tersebut adalah : 1) Belum adanya hukum acara jinayah sebagai payung hukum bagi aparat untuk menegakkan hukum (Raqan Hukum Acara Jinayah sedang dalam proses untuk disahkan), 2). Terkait infrastruktur, yaitu belum adanya ruang tahanan bagi terdakwa di Mahkamah Syar’iyah, 3). Terkait perangkat SDM, pejabat kepaniteraan yang bertanggung jawab di bidang perkara jinayah sudah ada dalam struktur namun belum terisi, 4). Terkait dana atau anggaran, belum tersedia secara memadai untuk penyelesaian perkara jinayah, 5) dan terakhir belum maksimalnya koordinasi antar lembaga yang terkait, baik Kepolisian, Kejaksaan dengan Mahkamah Syar’iyah.
Lebih lanjut Ketua Mahkamah Syar’iyah menyampaikan bahwa salah satu contoh lemahnya koordinasi adalah untuk tahun 2013 sampai saat ini dari 25 perkara yang dimohonkan persetujuan penyitaan barang bukti ke Mahkamah Syar’iyah Kualasimpang baru 2 perkara yang berkasnya dilimpahkan ke Mahkamah Syar’iyah untuk proses penyelesaiaan dan dari 2 perkara tersebut oleh Mahkamah Syar’iyah diputus NO karena baik JPU maupun terdakwanya tidak hadir dalam persidangan, yang akhirnya berkas tersebut dikembalikan ke JPU.


Diakhir penyampaiannya Ketua Mahkamah Syar’iyah berharap ke depan agar koordinasi antar lembaga terkait lebih ditingkatkan lagi, dan kepada para Ulama, Tokoh Agama kiranya dapat memberikan pencerahan kepada ummat dan terus melakukan “amar ma’ruf nahi mungkar” , apabila semua komponen bersatu dan berkomitmen, Insya Allah syariat Islam di Bumi Muda Sedia (Aceh Tamiang) bisa ditegakkan. Semoga dan itu menjadi harapan kita bersama. (tim I.T)
