logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

Keunikan Gelar Doktor yang Disandang Purwosusilo

Nunukan | www.pa-nunukan.go.id

Mulai tahun ini dan seterusnya, setiap tanggal 4 Februari menjadi hari bersejarah bagi Purwosusilo, Dirjen Badilag ke-2 setelah H. Wahyu Widiana, M.A., setelah Peradilan Agama berada di bawah Mahkamah Agung R.I.

Mulai saat itu Purwosusilo berhak memakaikan gelar Doktor (Dr.) di depan namanya sehingga sekarang menjadi Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H.

Gelar Doktor ini berhasil diperoleh Dirjen Badilag Purwosusilo setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Menurut Perpres Nomor 54 Tahun 2010 untuk Mewujudkan Good Governance”, dalam sidang terbuka promosi doktor ilmu hukum di  Universitas Islam Bandung, Selasa (4/2/2014).

Kebahagiaan itu ternyata tak hanya dirasakan pria kelahiran Pacitan, 60 tahun itu. Seluruh undangan yang menghadiri ujian promosi doktor Purwosusilo juga merasakan kebahagiaan yang sama.

Bahkan seluruh warga Peradilan Agama juga ikut merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan Ketua Kamar Peradilan Agama Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. yang menghadiri ujian promosi doktor Pak Dirjen hari itu.

Apalagi, Pak Andi Syamsu Alam yang terkenal dengan program “Doktorisasi”-nya ini pernah secara langsung ‘nyentil’ Pak Dirjen agar segera menyelesaikan program S-3-nya di Universitas Islam Bandung, waktu berlangsungnya acara Diskusi Hukum Edisi 2 di gedung Ditjen Badilag, Agustus tahun lalu.

“(Rupanya) tersinggung Pak Dirjen, dia bilang ke saya, sebentar lagi saya akan ujian (Doktor),” kata Pak Andi Syamsu Alam saat memberikan pengarahan di depan forum diskusi sambil melihat ke arah Pak Dirjen, diikuti suara tawa para peserta diskusi saat itu.

Pada waktu Peradilan Agama masih berada di bawah Departemen Agama, dari 7 orang yang pernah menjabat Direktur Pembinaan Badan Peradilan Agama (Dirbin Bapera), tak ada satu pun  di antara mereka itu yang bergelar Doktor.

Begitu pula setelah Peradilan Agama berada di bawah Mahkamah Agung, tak ada Dirjen Badilag-nya yang bergelar Doktor. H. Wahyu Widiana, M.A., Dirjen Badilag sebelumnya, juga tidak bergelar Doktor.

Memang dari 7 orang Dirbin Bapera itu, ada 2 orang di antara mereka yang bergelar doktor. Yaitu H. Ichtijanto SA, S.H. (Dirbin Bapera, 1978-1981) dan H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. (Dirbin Bapera, 1997-2000).

Namun gelar Doktor yang diperoleh kedaunya itu adalah setelah yang bersangkutan sudah tak lagi menjabat sebagai Dirbin Bapera, atau bahkan ada yang diperoleh setelah yang bersangkutan pensiun.

Maka karena gelar Doktor H. Purwosusilo ini diperoleh pada saat masih menjabat sebagai Dirjen Badilag,  Beliau menjadi Dirjen Badilag pertama yang bergelar Doktor.

(RENAFASYA)

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice