Kinerja Keuangan dan Pelayanan Publik Semakin Optimal, Realisasi Anggaran Capai Target
Palangka Raya | www.pa-palangkaraya.go.id
Rabu, (26/11/2026) dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja menyoroti capaian kemajuan dan juga mengidentifikasi kendala yang memerlukan perhatian segera. Secara umum, realisasi anggaran DIPA 01 menunjukkan kinerja yang kuat, sementara di DIPA 04 ada sedikit kendala operasional, khususnya terkait pengiriman surat pos tercatat dalam penyelesaian perkara prodeo yang dirasakan belum maksimal.
Sorotan Realisasi Anggaran
Berdasarkan hasil Monev, realisasi anggaran di beberapa pos utama telah mencapai tingkat yang memuaskan:
- Realisasi Anggaran 01 (Belanja Pegawai/Barang/Modal) menunjukkan capaian yang sangat tinggi, yakni sebesar 92,43%. Angka ini mengindikasikan pengelolaan administrasi pembayaran pegawai yang efisien dan tepat waktu.
- Realisasi Anggaran 04 (Belanja Barang) mencapai angka 71,13%. Meskipun angka ini sudah cukup baik, upaya pengoptimalan penyerapan anggaran di sisa periode masih menjadi fokus, disamping itu juga ada sisa pagu optimalisasi kontrak Posbakum sebesar 10 juta.
Kendala dan Sukses Pelaksanaan Program
Salah satu kendala operasional yang menjadi perhatian serius dalam Monev adalah masalah pengiriman surat pos tercatat dalam penanganan perkara prodeo (perkara yang dibiayai negara untuk masyarakat tidak mampu). Ditemukan bahwa pengiriman surat tercatat dalam kasus-kasus ini masih kurang optimal, karena biaya pengiriman surat ke PT Pos juga tidak relative murah
Di sisi lain, terdapat keberhasilan yang patut diapresiasi, yaitu Lelang Barang Milik Negara (BMN) Mobil Cerry Future. Kegiatan lelang BMN dilaporkan berhasil terjual diatas limit dengan harga Rp. 25.818.000, hal ini sekaligus menunjukkan pengelolaan aset negara yang baik dan mampu memberikan pemasukan kembali (PNBP) bagi negara.
Penilaian Indeks Profesionalitas dan Kinerja (IPK ASN)
Bidang Kepegawaian menyoroti pentingnya peningkatan kualitas penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Indeks Profesionalitas dan Kinerja (IPK) ASN. Dalam implementasinya, Monev menekankan bahwa empat komponen penilaian dan bobot penilaian harus diperhatikan secara cermat dan proporsional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penilaian kinerja ASN benar-benar objektif, komprehensif, dan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta profesionalitas pegawai secara menyeluruh. Tujuan utama dari penerapan Indeks Profesionalitas dan Kinerja (IPK) ASN adalah untuk mengukur, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas serta profesionalisme seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia.

