Kota Kendari banjir , KPTA Kendari Responsif Evakuasi

pta-kendari.go.id | kendari
Hujan yang terus menerus mengguyur kota Kendari selasa sore (15/7/2013) hingga rabu pagi (16/7/2013) mengakibatkan beberapa titik di Kota Kendari dan daerah sekitarnya terendam banjir.
Cuaca sejak dua pekan terakhir memang kurang bersahabat namun guyuran yang tidak ada hentinya dua hari yang lalu, menyebabkan meluapnya sungai dan kanal yang ada, dan tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan genangan air.
Beberapa ruas jalan utama lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan akibat genangan air setinggi lutut hingga dada orang dewasa. Titik-titik genangan air tersebut terjadi di Jalan Laode Hadi (by pass) sekitar sungai Wanggu Lepo-Lepo, Jalan arah Andonohu sekitar kampus Haluoleo, Jalan Lasandara Mandonga.
Selain jalan, kawasan pemukiman juga terendam air, sebagaimana yang terjadi di Kampung Salo Kecamatan Kendari, sepanjang sungai jalan Lasolo Kendari, perumahan Poasia, perumahan Pepabri, daerah sekitar kampus Avicena, dan kawasan pasar panjang yang jaraknya sekitar 500m dari Kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari.
Komplek rumah dinas Pengadilan Tinggi Agama Kendari yang terletak di Jalan Haeba Wua-wua dan sangat dekat dengan kanal Haeba rupanya tidak luput dari musibah banjir ini.
Drs. H. Thahir R, SH, MH (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari) saat hendak melaksanakan shalat subuh di mushala komplek rumah dinas Pengadilan Tinggi Agama Kendari mengatakan, “saat hendak shalat subuh di komplek rumah dinas, genangan air masih setinggi mata kaki, pada saat menuju mushala, niat untuk mencari pijakan kaki, tidak tahunya malah menginjak saluran air yang dalam, akibatnya terperosok dan seluruh tubuh basah kuyup terendam air”.
Responsif
Pada pagi harinya (16/7/2013), setelah mendengar laporan komplek rumah dinas Pengadilan Tinggi Agama Kendari terendam banjir, Drs. H. Abdurrahman Har, SH (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari) dan Drs. Arisno Mertosono, SH (Panitera Sekretaris) responsif mendatangi lokasi banjir
Abdurrahman Har dan Arisno turun ke lapangan menyaksikan langsung dan membantu proses evakuasi diri dan barang-barang milik Hakim dan Pegawai yang menghuni rumah dinas tersebut ke tempat yang lebih aman.
Untuk menuju rumah dinas di Jalan Haeba harus melewati beberapa titik ruas jalan yang terendam air. Perlu keberuntungan dan kepiawaian dalam membawa kendaraan untuk dapat melewati titik-titik rawan tersebut, karena genangan air telah menyentuh badan mesin kendaraan.
Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dari pegawai dan hakim maupun keluarganya akibat musibah banjir ini kecuali evakuasi diri, tempat tinggal dan barang-barang masing-masing.
Menjadi tempat pengungsia
Sekalipun dikepung genangan air dari segala penjuru, Kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari dan Asrama Haji yang lokasinya agak tinggi, gedunag aula Pengadilan Tinggi Agama Kendari menjadi tempat pengungsian masyarakat Jalan wulele dan sekitarnya yang terkena musibah.
Sebagai wujud rasa kesetiakawanan sosial Pengadilan Tinggi Agama Kendari memberikan bantuan konsumsi dan akomodasi kepada para pengungsi hingga dibangunnya posko bantuan bencana di sekitar lokasi bancana dari pemerintah setempat dan departemen sosial.
Memaklumi keadaan
Selain genangan air, listrik di beberapa lokasi termasuk Kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari, dipadamkan, mengingat terendamnya beberapa trafo PLN dan juga pohon tumbang di beberapa titik aliran distribusi.
Akses jalan menuju kantor Pengadilan Tinggi Agama Kendari sangat sulit dilalui kendaraan bahkan tidak dapat dilalui sama sekali karena ketinggian rendaman air, akses jalan dari arah by pass lumpuh total, akses jalan dari arah pasar panjang genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Jika pada hari biasanya jumlah pegawai dan hakim lengkap dan aktif beraktivitas kantor sesuai jam kerja, pada hari ini (16/7/2013) banyak personel yang tidak dapat hadir, hadir tidak tepat waktu, karena terjebak banjir, tidak dapat melalui ruas jalan yang lumpuh ataupun sibuk menyelamatkan diri dan keluarganya, dengan evakuasi ke tempat yang aman.
Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari dapat memaklumi kondisi musibah banjir yang tergolong keadaan force majuere. “Dapat dimaklumi dalam kondisi seperti ini tidak mungkin bisa berkativitas kantor seperti biasanya“ ujar Thahir R.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca Kota Kendari masih saja di guyur hujan, (yudh)
