KY Menelisik Keunggulan PA Kotabaru

Kotabaru | pa-kotabaru.pta-banjarmasin.go.id
Kamis, (3/10/2013), menjadi hari istimewa bagi Pengadilan Agama (PA) Kotabaru. Salah seorang redaktur Majalah Komisi Yudisial, Adnan Faisal Panji, berkunjung dan meliput beberapa keunggulan PA yang terletak di ujung Kalimantan Selatan ini. Profil PA Kotabaru rencananya akan diulas secara spesifik dalam Majalah Komisi Yudisial edisi September-Oktober 2013.
Adnan, begitu sapaan akrabnya, mengaku baru pertama kali mengunjungi PA dalam agenda peliputan. Kendati sebagai kunjungan perdana, banyak kesan mendalam yang ia peroleh. Terutama masalah kekompakan, rasa kekeluargaan dan penghormatan terhadap tamu yang menjadi karakteristik peradilan agama.
Usai mewawancarai Ketua PA Kotabaru, Drs. H. Bakhtiar, MH., Adnan langsung menggali beberapa informasi dan data terkait profil PA Kotabaru. Ia juga mengamati statistik pengaduan, transparansi peradilan, meja informasi, ruang perpustakaan serta mewawancarai beberapa pegawai untuk mengetahui lebih dalam kepemimpinan dan manajerial yang diterapkan.
Salah seorang hakim yang diwawancarai mengatakan bahwa pimpinan memiliki legitimasi dalam dinamika instansi. Pemimpin yang memahami bawahan akan memiliki ikatan batin yang kuat. Sebagai contoh, ketua yang pandai menyerap aspirasi bawahan dan memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan memiliki implikasi besar bagi kemajuan kantor. Itulah yang diterapkan di PA Kotabaru. Sehingga, semua potensi sumber daya yang dimiliki mampu dikelola untuk perubahan yang lebih baik.
Kerap dijumpai pimpinan pengadilan tidak mau mendengar masukan dari bawahan, elitis, datang ke kantor langsung masuk ruangannya dan tidak pernah keluar lagi hingga jam pulang kantor.
Kepemimpinan yang demikian akan membangun jarak yang lebar antara pimpinan dan bawahan. Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan dengan memulai dari hal-hal kecil. Seperti memulai bekerja degan terlebih dahulu bersalaman dengan mengunjungi seluruh pegawai di ruangan masing-masing.
PA Kotabaru memiliki daya tarik untuk diliput oleh Majalah Komisi Yudisial di samping faktor keunggulan manajerial, pemanfaatan teknologi informasi, dan pelayanan pencari keadilan, juga terkait pengelolaan perkara yang bebas pungutan.
Pihak berperkara mengambil akta cerai, salinan putusan, dan sisa panjar sesuai prosedur. Semua pegawai menjadi pelopor bagi dirinya sendiri dan menolak keras segala bentuk pemberian yang merusak citra PA Kotabaru. Sistem ini sudah lama dirintis dan kini telah menjadi budaya kerja.

Ketua PA Kotabaru berharap etos kerja yang dimiliki PA Kotabaru tetap dipertahankan meski suatu saat berganti pimpinan. Sehingga PA Kotabaru di masa mendatang menjadi kiblat tentang bagaimana integritas itu dibangun secara berjamaah, dijaga bersama-sama dan didukung oleh masyarakat.
Majalah Komisi Yudisial edisi September-Oktober 2013 tak lama lagi akan menemui pembaca. Di kolom profil akan ada publikasi tentang PA Kotabaru. Namun, tentunya banyak PA lain yang memiliki keunggulan serupa atau bahkan melebihi yang kebetulan tidak terekspose. Karenanya, semua harus dilihat dalam kerangka menciptakan peradilan agama agar lebih dipercaya publik.
