Luar Biasa, Jumlah Berita badilag.net Januari 2014 Naik Hampir 100 Persen

Nunukan | www.pa-nunukan.go.id
Dunia jurnalistik pemberitaan di badilag.net, website resmi milik Ditjen Badilag, seolah tak pernah sepi dari publikasi. Ini tentu saja dalam rangka transparansi dan informasi kegiatan-kegiatan yang telah, sedang dan akan berlangsung di Ditjen Badilag serta satker-satker PTA/MS. Aceh dan PA/MS di seluruh Indonesia.
Memasuki awal tahun 2014, sepanjang bulan Januari ini, badilag.net tercatat telah mempublikasikan sebanyak 556 berita yang menjadi menu “sarapan pagi dan sarapan petang” (meminjam istilah Masrinedi-PA Painan) para netizen ‘pembaca setia’ badilag.net di seluruh Indonesia.
Berita-berita itu ada yang tayang di menu utama badilag.net, “Seputar Ditjen ”, yaitu sebanyak 24 berita. Dan ada juga, ini yang terbanyak, ditampilkan di menu milik satker di daerah, yaitu “Seputar PA”, sebanyak 532 berita.
Sekalipun ada penurunan jumlah berita untuk “Seputar Ditjen” dalam bulan Januari 2014 ini dibandingkan dengan Januari 2013 lalu (33 berita), yaitu sebanyak 7 berita, namun untuk “Seputar PA” ada peningkatan hampir 100 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu (285 berita).
Ini tentu saja hal yang menggembirakan bagi perkembangan dunia jurnalistik pemberitaan di peradilan agama. Dengan kata lain, satker-satker di daerah saat ini sudah mulai ‘melek’ transparansi dan informasi.
Paling tidak ini pertanda bahwa bimtek-bimtek dan pelatihan-pelatihan jurnalistik yang telah dilaksanakan beberapa satker PTA/MS. Aceh dan PA/MS pada tahun 2013 lalu dalam rangka mencari dan membina bibit-bibit para “jurda” (jurnalis muda), bisa dibilang sukses dan behasil mencapai target sasarannya.
Tentu saja gejala membanjirnya kiriman berita-berita dari satker-satker di daerah ini harus diantisipasi sedini mungkin oleh Tim Redaksi badilag.net di tahun 2014 ini. Kalau tidak, maka ini sama saja seperti banjir kiriman dari daerah-daerah sekitar ibukota yang setiap tahun melanda Jakarta, tanpa ada solusi yang cukup jitu dan berarti untuk menghentikannya.
Dalam tahun 2013 kemarin saja, apalagi di penghujung tahun, tampak sekali Tim Redaksi badilag.net ‘kewalahan’ menerima banjir kiriman berita dari daerah sehingga terpaksa harus menumpuk tinggi di meja Tim Redaksi (baca Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.).
Seperti dimaklumi, yang namanya berita itu harus up-to-date: kejadian hari itu harus dapat dipublikasikan hari itu juga agar dapat segera diketahui oleh pembacanya. Ini tentu saja agar berita itu tidak menjadi basi sehingga pembaca sudah tak tertarik lagi membacanya.
Maka jeda waktu 10-20 hari dari waktu kejadian yang ada dalam sebuah berita harus dihindarkan sebisa mungkin dalam menayangkan sebuah berita agar nilai sebuah berita tidak berkurang karena sudah terasa basi dan tidak hangat lagi.
Selain itu, ini juga agar media tersebut dapat selalu menjaga image pembacanya yang menganggap media tersebut selalu menampilkan berita-berita hangat dan terkini. Sehingga para pembacanya selalu tertarik mengunjungi (membaca) media tersebut, kapanpun dan di manapun dia berada.
Jangan sampai yang terjadi sebaliknya. Karena sudah tertanam dalam pikiran pembacanya bahwa media tersebut hanya menampilkan berita yang itu-itu saja dan sudah basi, maka akhirnya media tersebut ditinggalkan oleh para pembaca setianya.
Tim Redaksi badilag.net atau pengambil keputusan harus segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasi membanjirnya kiriman berita dari daerah dalam tahun 2014 ini. Seperti misalnya dengan menambah tenaga peng-upload berita.
Atau, yang agak ekstrem, serahkan saja kebijakan meng-upload berita dari daerah itu ke masing-masing satker pengadilan tingkat pertama atau pengadilan tingkat banding seperti yang sudah dilakukan di SIMPEG atau Info Perkara.
Jika langkah terakhir ini yang diambil, tentu saja harus dipikirkan dampak positif-negatifnya bagi satker bersangkutan dalam memainkan peran “kebebasan pers” yang diberikan badilag.net kepada daerah.
(RENAFASYA)
