
Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Serang-PAS, Pengadilan Tinggi Agama Banten menyelenggarakan Sosialisasi dan Implementasi Aplikasi E-Bundling, diselenggarakan di Aula PTA Banten pada Jum'at (16/12/2022).
Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkenalkan Aplikasi E-Bundling yang merupakan aplikasi pengiriman berkas banding (Bundel A dan Bundel B), aplikasi yang diharapkan mengurangi tingkat keterlambatan pengiriman berkas banding dari pengadilan tingkat pertama ke tingkat banding serta percepatan penyelesaian perkara.
"Aplikasi E-Bundling dapat menambah sinergitas antara Pengadilan Agama Se-Wilayah Banten dan Pengadilan Tinggi Agama Banten dalam penanganan perkara banding" ucap Drs. H. U. Syihabuddin, SH., MH., saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut.
Pengadilan Agama Serang mengirimkan 4 personil yang tersdiri atas Panitera Muda Gigugatan, Panitera Muda Permohonan, Staf Panitera Muda Gugatan dan satu orang Operator untuk mengikuti kegiatan tersebut yang juga turut dihadiri oleh stakeholder Kepaniteraan dari Pengadilan Agama Se-Wilayah PTA Banten dan PTA Banten serta para Hakim Tinggi PTA Banten.
Hadir dalam kegiatan ini sebagai narasumber Komarudin, S.Kom dari Badan Peradilan Agama MARI.
Komarudin menyampaikan materi tatacara pengisian data dalam E-Bundling, yang didalamnya terdapat menu penginputan data Bundel A, Bundel A, Monitoring dan Verifikasi.
Aplikasi E-Bundling saat ini belum menggantikan tatacara pengiriman secara manual, dan baru digunakan sebagai alat bantu memudahkan percepatan penyelesaian perkara.

