logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

Meriah, Syawalan Bersama Peradilan Agama se-DIY

Yogyakarta | pta-yogyakarta.go.id

Telah menjadi pemandangan umum jika kebanyakan masjid menjadi sepi manakala Ramadhan berakhir. Semangat beribadah di masyarakat begitu besar di bulan Ramadhan, namun seusai Ramadhan semangat tersebut memudar. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa ketakwaan tidak hanya dibatasi ruang dan waktu.

Hal tersebut disampaikan dr. H. Agus Taufiqurrahman, MKes., Sp.S., selaku penceramah pada acara syawalan warga peradilan agama se-DIY di aula SMK I Bugisan Yogyakarta, hari Sabtu (31/08/2013) bertepatan dengan tanggal 24 Syawal 1434 H.

Berangkat dari keprihatinan tersebut Agus Taufiqurrahman menghimbau kepada seluruh warga peradilan agama yang hadir agar tetap selalu meningkatkan ibadah dan ketakwaannya meski di luar bulan Ramadhan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan amalan transendental adalah jika hubungan horizontalnya juga membaik. "Dalam puasa Ramadhan yang diakhiri dengan zakat fitrah dan zakat mal serta mengokohkan rajin bersedekah. Orang yang bertakwa bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun kesempitan. Dalam bersedekah janganlah menunggu kaya, karena manusia pada dasarnya tidak pernah merasa cukup dengan kekayaan yang dimiliknya," pesannya.

dr. H. Agus Taufiqurrahman, MKes., Sp.S., dalam ceramah inti syawalan

Tips hidup sehat

Agus Taufiqurrahman, yang juga Dosen Fakultas Kedokteran UII Yogyakarta juga menyampaikan fakta-fakta kesehatan yang dapat diperoleh umat Islam yang istiqomah beribadah dan hidup sesuai ajaran agamanya. Semisal dalam kemampuan menahan marah, yang merupakan ciri lain dari orang muttaqin. Menurutnya dari segi kesehatan, marah selama lima menit menurunkan kekebalan tubuh enam jam.

Dokter spesialis syaraf ini menyampaikan bahwa dari segi kesehatan, seiring pertambahan usia dan perubahan pola hidup dan pola makan, aliran darah dalam tubuh terhambat oleh lemak. Saat lemak yang tersumbat di pembuluh darah besar meluruh dan menyumbat pembuluh darah kecil dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

Ada beberapa hal yang Agus sampaikan dapat memicunya, semisal aktivitas fisik yang tanpa disadari berlebihan seperti dalam olahraga. Maka ia menyarankan, olahraga di usia senja haruslah didasari kebahagiaan (fun), bukan kompetisi, akan tapi rekreasi dengan tujuan mengembalikan ritme tubuh.

Penyebab lain menurutnya adalah stress berlebih dan marah, karena meningkatkan hormon kortisol dan hormon katekolamin yang memacu jantung berdenyut lebih kuat dan lebih cepat. Sementara penyebab berikutnya adalah seperti yang disampaikan dr. Barita Sitompul adalah bahwa serangan jantung dan stroke sering terjadi di pagi hari karena menjelang malam berakhir menuju pagi hormon kita berubah diindikasikan dengan tensi yang menaik, yang disebut sebagai saat genting.

"Maka tidur di pagi hari tidak menguntungkan. Melakukan aktivitas fisik jauh lebih baik," ujarnya.

Menurut Agus, bergerak menaikkan listrik dalam tubuh yang menjadikan pembuluh darah dapat mempertahankan elastisitasnya dalam menjalankan fungsinya. Ia juga menyampaikan penelitian Dr. Muhammad Sholeh mereka yang rajin tahajud kadar hormon kortisol darahnya turun, Dosen UIN Surabaya ini meneliti dalam disertasinya di Universitas Airlangga mereka yang tahajudnya rutin di penghujung malam memiliki sistem imunitas yang bagus.

Selanjutnya Agus menyampaikan pentingnya mengkaji apa yang dituntunkan Rasulullah Muhammad SAW sehingga setiap amal yang dilakukan selalu berdasarkan ilmu.

Ia menyampaikan, umat islam kini cenderung dalam berbeda pendapat seperti bermusuhan. Padahal dalam mensikapi perbedaan harusnya dipahami latar belakang masing-masing dan menjadi silaturahim untuk mengetahui dasar perbedaan sehingga dapat meyakinkan diri kita sendiri terhadap dasar pendirian kita melalui perbandingan. Menurutnya, apa yang kita yakini benar selama ini belum tentu benar karena kita tidak memiliki sifat ma’sum.

"Imam Malik dan Imam Syafiie, dua orang Imam besar yang meski sebagai guru dan murid tetapi memilik pemikiran dan pandangan yang kerap berbeda tetapi keduanya tetap saling menghormati dan menjaga silaturahim secara luar biasa," ujar Agus Taufiqurrohman menyampaikan contoh.

"Umat islam Indonesia memiliki potensi paling besar untuk menjadi bangsa yang besar di dunia. Kuncinya adalah tidak saling berebut benar dan tidak saling menyalahkan," pungkasnya.

Gelar seni warga peradilan agama se-DIY

Sementara Ketua PTA Yogyakarta, Drs. H. Mansur Nasir, SH., MH dalam sambutannya juga menghimbau agar ajang syawalan menjadi ajang untuk bersilaturahim antar pegawai dengan tujuan meningkatkan sinergi dalam pekerjaan sehari-hari.

"Seusai Ramadhan, diharapkan kualitas iman dan takwa kita meningkat semua, sehingga membawa peningkatan kualitas kita juga dalam bekerja," tegasnya.

Ia juga mengharapakan dengan dilantiknya ketua-ketua PA Yang baru beberapa hari sebelumnya dapat semakin meningkatkan kualitas peradilan agama khususnya dalam wilayah PTA Yogyakarta dalam segala hal.

Acara tahunan yang kali ini giliran dituanrumahi oleh Pengadilan Agama Yogyakarta dimeriahkan oleh penampilan seni dari masing-masing satker peradilan agama yang menyuguhkan penampilan terbaik masing-masing.

PTA Yogyakarta, dan lima pengadilan agama dalam wilayahnya, masing-masing menampilkan delegasi terbaiknya mengusung koreografi yang harmonis dengan perpaduan kostum berwarna-warni cerah mengiringi penampilan olah suara yang membawakan lagu-lagu islami. Ada penampilan akustik, musikalisasi puisi, juga pantun yang serius maupun parodi.

Penampilan talenta-talenta ini pernah mendapatkan apresiasi dari Bapak Wahyu Widiana saat menjabat Dirjen Badilag. Hikmah syawalan peradilan agama se-DIY dua tahun yang lalu memang pernah diisi oleh beliau. Selanjutnya dalam acara peringatan 30 Tahun Peradilan Agama di Jakarta beberapa bulan lalu, delegasi seni dari wilayah PTA Yogyakarta dipercaya untuk tampil serta memeriahkan perhelatan besar tersebut.

Acara yang digelar secara swadaya ini dihadiri segenap warga peradilan agama dalam wilayah PTA Yogyakarta. Kesempatan bertemu bersama seusai libur Hari Raya Idul Fitri 1434 H ini dimanfaatkan oleh segenap pegawai, mulai dari pegawai hononer, ketua-ketua PA, hakim tinggi, hingga purnabakti hakim dan ketua PTA yang berdomisili di Yogyakarta untuk bersilaturahim dan saling memberi maaf. (M_AJ)

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice