Jumat 4 Juli 2025 — Aula Cakra Pengadilan Agama Tangerang dipenuhi suasana haru dan kebersamaan pada siang menjelang sore hari ini, sekitar pukul 14.30 hingga 16.30 WIB. Acara yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan ini mengangkat tiga agenda utama: wisuda purnabakti hakim Drs. H. Suhardi, pengantar alih tugas Hakim Dra. Nikma, M.H. dan Muhammad Hanafi, S.Ag., serta pelepasan dua aparatur yang mendapatkan promosi jabatan sebagai panitera pengganti, yakni Mardianah, S.H. dan Kurnia Dwi Sulistiorini, S.H.


Kegiatan dimulai dengan seremoni wisuda purnabakti untuk Bapak Suhardi yang secara resmi memasuki masa pensiun per 1 Juli 2025. Dengan penuh penghormatan, Ketua Pengadilan Agama Tangerang melepaskan lencana hakim dari dada beliau sebagai simbol berakhirnya masa tugas, dilanjutkan dengan pengalungan bunga sebagai simbol terima kasih atas pengabdian panjangnya. Ketua Dharmayukti Karini Pengadilan Agama Tangerang turut memberikan buket bunga sebagai bentuk apresiasi dari keluarga besar Pengadilan Agama Tangerang.


Suasana semakin menyentuh ketika video dokumentasi ditayangkan, menampilkan momen kebersamaan Bapak Suhardi, Ibu Nikma, Bapak Hanafi, Ibu Dian dan Rini selama bertugas di Pengadilan Agama Tangerang. Rekaman itu menghadirkan kembali perjalanan pengabdian dan dedikasi mereka yang telah menjadi bagian penting dari Pengadilan Agama Tangerang.
Momen kesan dan pesan menjadi ajang berbagi kenangan dan perasaan yang disampaikan dengan tulus oleh mereka yang dilepas. “Saya bingung antara sedih atau bahagia. Biasanya pagi saya bersiap kerja, tapi kini tidak ada aktivitas. Terasa sekali perbedaannya, “ ungkap Pak Suhardi. “Selama saya bekerja, Pengadilan Agama Tangerang ini paling enak karena lokasinya dekat dengan rumah, dan suasana kebersamaannya terasa.” Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran istrinya yang sedang kurang sehat.


Bapak Hanafi menyampaikan harapan agar pembangunan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di Pengadilan Agama Tangerang tetap berjalan hingga meraih predikat. Ia juga menyampaikan tantangan baru di tempat tugas barunya, Pengadilan Agama Jakarta Selatan, “Perkara di sana terasa lebih berat, tidak bisa santai. Mohon doa agar saya mampu menjalaninya dengan sebaik-baiknya.” Sementara itu, Ibu Nikma berbagi kesan tentang budaya kerja di PA Tangerang, khususnya mengenai peran aktif hakim dalam proses anonimisasi. “Disini kami banyak belajar, antara lain menganonim. Kalau di satker lama, admin yang menganonim. Tapi kalau disini, hakim sendiri yang menganonim, “ tuturnya. “Kebersamaan di sini begitu terasa, walau berasal dari berbagai suku, tidak ada sekat.”
Bu Mardianah, yang telah berkarier di Pengadilan Agama Tangerang sejak tahun 2002, menyampaikan rasa syukur atas seluruh bimbingan dan kesempatan yang diterimanya. Ia berharap dapat kembali ke Pengadilan Agama Tangerang di masa mendatang. Rini juga mengungkapkan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas segala tutur dan sikap selama bertugas. “Saya di sini sejak 2002 dan merasa banyak ilmu yang saya dapatkan. Semoga saya bisa kembali lagi ke sini suatu hari nanti,” ujarnya.


Sebagai perwakilan dari seluruh aparatur, Drs. Muhyar, S.H., M.H., M.Si, hakim Pengadilan Agama Tangerang, menyampaikan testimoni terhadap lima aparatur yang dilepas. Ia memuji kedisiplinan Pak Suhardi, kesiapan dan tanggung jawab Pak Hanafi, kerendahan hati Bu Nikma, ketelitian Bu Dian, serta semangat belajar dari Rini.


Ketua Pengadilan Agama Tangerang, Khalid Gailea, S.H., M.H., juga turut memberikan pesan bermakna. Ia menyoroti semangat kerja Pak Suhardi yang tetap prima meski menjelang pensiun, kontribusi Pak Hanafi dalam membangkitkan semangat olahraga dalam PTWP (Persatuan Tenis Warga Peradilan), dan ketegasan Bu Dian dalam menjalankan tugas kepegawaian. Untuk Rini, Ketua memberikan pesan penguat melalui kisah inspiratif tentang seorang hakim yang tetap mengutamakan bakti kepada orang tua dan akhirnya mendapatkan promosi tak terduga. “Yakinlah, Mba Rini, bahwa keputusan mengikuti nasihat ibunda pasti membawa keberkahan tersendiri di waktu yang tepat,” ungkap beliau.


Acara ini menjadi pengingat akan arti pengabdian, kebersamaan dan semangat melanjutkan langkah dengan penuh harapan. Pengadilan Agama Tangerang melepas mereka bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Pengadilan Agama Tangerang yang telah memberi warna.
Semoga masa purnabakti Pak Suhardi dipenuhi kesehatan dan keberkahan, dan semoga para aparatur yang akan melanjutkan pengabdian di tempat baru senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan, serta kesuksesan dalam setiap langkahnya. Karena di balik setiap perpisahan, selalu ada doa yang menyertai.
