logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

Kepala Biro Keuangan : Kesekretariatan Tidak Hanya Supporting Unit, Tapi Telah Menjadikan MA Lebih Bermartabat dan Terhormat

 

 

Samarinda | www.pta-samarinda.net

Menjawab tuntutan reformasi birokrasi dan reformasi peradilan maka peningkatan kualitas dari sebuah laporan keuangan suatu Institusi/Lembaga Negara mutlak diperlukan. Opini WTP dengan predikat tertinggi telah diraih MA di tahun 2012, disamping prestasi-prestasi lainnya seperti sebagai Lembaga Negara pengelola keuangan terbaik, penyerapan anggaran dengan peringkat tertinggi untuk kategori K/L dengan jumlah satker banyak, menjadi salah satu K/L yang sukses mengelola BMN selama setahun terakhir, dan lain-lain.

Dari prestasi-prestasi yang telah diraih selama setahun terakhir ini, kini kesekretariatan di MA tidak hanya sebagai supporting unit, tapi telah membawa harum nama MA dan menjadikan MA lebih bermartabat dan terhormat. Hal ini disampaikan oleh H. Sutisna, S.Sos, M.Pd (Kepala Biro Keuangan, BUA-MARI) dalam arahannya saat membuka secara resmi kegiatan Monitoring dan Evaluasi atas Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja di Lingkungan MARI yang dipusatkan di aula pertemuan kantor Koorwil PTA Samarinda.

Pada kesempatan itu, Sutisna juga memberikan apresiasi kepada seluruh operator satker Pengadilan se-Kalimantan Timur atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya selama ini yang telah turut andil mengantarkan MA meraih prestasi-prestasi membanggakan tersebut. “Saudara-saudara operator adalah para pahlawan yang dimiliki MA. Laporan MA sebagai laporan puncak dan tertinggi K/L kita, merupakan hasil kumulasi dan rekapitulasi dari data-data yang saudara kirim. Terima kasih atas segala dukungannya”, ungkap Sutisna.

Namun demikian, Sutisna berharap kepada seluruh operator agar jangan dulu berpuas diri dan terlena dalam euphoria prestasi-prestasi tersebut. Karena boleh jadi terlena dan lengah sedikit saja, maka kita akan kembali terjun bebas ke opini WDP atau bahkan kembali disclaimer. Hal senada juga dipesankan oleh Ketua PTA Samarinda (Drs. H. Syamsul Falah, S.H, M.Hum.) selaku penanggung jawab Unit Pengelola Teknis (UPT) Koordinator Wilayah di Kalimantan Timur.

“Upaya untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Mahkamah Agung RI tahun 2012 ini, merupakan tugas berat kita semua. Tapi yakinlah berat dan susahnya upaya meraih opini tersebut, tentu akan lebih berat lagi untuk mempertahankannya” tegas Syamsul dalam sambutannya.

Lebih lanjut Syamsul menyampaikan bahwa pada periode Triwulan III ini, boleh jadi akan lebih sulit dan lebih banyak permasalahan yang terjadi. Karena jika di semester I kemungkinan setiap satker baru merealisasikan belanja modalnya sekitar 30-40 % saja, di periode Triwulan III ini boleh jadi setiap satker sudah hampir seluruhnya telah 100 % merealisasikannya.

Permasalahan yang sering terjadi adalah ketika melibatkan 2 orang operator dari 2 bagian yang berbeda, biasanya ketika operator SIMAK dan SAKPA keduanya secara personal bisa saling bersinergi dan harmonis maka terkadang datanya yang kurang akurat atau selisih ketika dilakukan rekonsiliasi. Atau lebih parah lagi dan merupakan masalah yang sangat klasik, yaitu ketika kedua operator ini tidak bisa bersinergi dan ogah-ogahan akibat adanya kesenjangan kesejahteraan.

“Saya yakini betul, kalau saudara-saudara operator adalah pegawai pilihan yang ada di satkernya masing-masing. Oleh karena itu saya percaya dan yakin saudara-saudara siap bekerja secara professional. Siap kerja keras, cerdas, ikhlas, dan yakinilah Tuhan YME tidak pernah tidur dan akan membalas atas apa yang telah kita usahakan. Setidaknya akan menjadi amal ibadah bagi saudara-saudara, ketika ikhlas mengerjakannya” pesan Syamsul.

Dalam arahannya, Sutisna memaparkan kiat-kiat untuk mempertahankan opini WTP. Karena seperti yang sering disampaikan oleh Sekretaris MA di berbagai forum dan kesempatan bahwa mempertahankan opini WTP wajib hukumnya. Dalam kiatnya, Sutisna memetakan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi ataupun berpotensi akan menyebabkan permasalahan dalam penyusunan Laporan Keuangan nantinya.

Tampak suasana monitoring dan evaluasi penyusunan Laporan Keuangan satuan kerja oleh Tim gabungan dari Biro Keuangan, Biro Perlengkapan dan Ditjen Badilag MARI.

Kemudian permasalahan tersbut dinventarisasi dan dibuatkan rekomendasi tindak lanjutnya. Dan disinilah pentingnya kegiatan monev, disamping sebagai media pengawasan melekat juga dalam rangka mengawal satker dalam pelaksanaan anggaran dan pelaporannya.

“Kunci baiknya sebuah Laporan Keuangan tidak akan pernah lepas dari baiknya penyusunan perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Karena ketiga unsur ini merupakan satu kesatuan siklus dari system budgeting”, tegas Sutisna.

Mengakhiri sambutan dan arahannya, baik Sutisna maupun Syamsul Falah mengajak kepada seluruh operator untuk menyamakan langkah dan tekad dalam rangka menjadikan Kalimantan Timur sebagai wilayah penyumbang opini WTP sehingga Laporan Keuangan MARI Audited Tahun Anagaran 2013 bisa kembali meraih opini WTP. Semoga. (Tim-Koorwil)

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice