logo web

Dipublikasikan oleh Iwan Kartiwan pada on .

MS Kualasimpang Gelar Bintal Bulanan

Kualasimpang | kualasimpang.ms-aceh.go.id

Pembinaan mental/jiwa merupakan tumpuan perhatian pertama dalam misi Islam. Untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, Islam telah mengajarkan bahwa pembinaan jiwa harus lebih diutamakan daripada pembinaan fisik atau pembinaan pada aspek-aspek lain, karena dari jiwa yang baik inilah akan lahir perbuatan-perbuatan yang baik yang pada gilirannya akan menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia lahir dan batin.

Apalagi akhir-akhir ini lembaga peradilan kembali tercoreng dengan tertangkap tangannya Ketua MK dalam dugaan kasus suap, lembaga yang seharusnya memberikan teladan dan keadilan bagi para pencari keadilan malah memberikan track record yang buruk. Upaya pembinaan dan pengawasan perlu terus dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam rangka itulah setiap bulannya, Mahkamamah Syar’iyah Kualasimpang mengadakan Bintal. Kegiatan Bintal bulan ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 04 Oktober 2013. Adapun yang menjadi pemateri Bintal kali ini adalah Hakim Mahkamamah Syar’iyah Kualasimpang, Abdul Ghoni, S.SH.MH. Tema yang diangkat oleh pemateri Bintal adalah “Manusia dan Lingkungan” yang digelar di ruang pertemuan Mahkamamah Syar’iyah Kualasimpang, hadir dalam acara Bintal tersebut, Ketua Mahkamamah Syar’iyah Kualasimpang, Ibu Dra.Hj.Jubaedah, SH, para hakim, Panitera/Sekretaris, jajaran pejabat struktural dan fungsional, seluruh pegawai dan tenaga honorer Mahkamamah Syar’iyah Kualasimpang.

Dalam paparannya pemateri menyatakan bahwa manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT dengan segala fungsi dan peranan yang tunduk pada aturan hukum alam karena manusia mengalami kelahiran, pertumbuhan dan perkembangan dan berintegrasi dengan alam dan lingkugan sehingga manusia sebagai makhluk zoon politicoon memiliki hubungan timbal balik dengan alam dan lingkungan baik secara positif dan negatif.

Karena hubungan manusia dan lingkungan tidak bisa dipisahkan maka maka manusia sebagai khalifah di muka bumi harus memiliki tanggung jawab memelihara alam dan lingkungan sekitar agar terjadi keseimbangan atau equiblirium yang pada akhirnya akan menciptakan kedamaian, kelestarian makhluk hidup lainnya dan akan terhindar dari segala bencana dan kerusakan.

Untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang mencintai lingkungan, maka harus diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku manusia yakni faktor tanah, udara, air dan api. Jadi faktor-faktor tersebut harus mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan dan pemeliharaannya. Karena faktor faktor tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak maka pengelolaan ke empat faktor tersebut harus juga memperhatikan tujuan kemashlahatan yang berdampak positif untuk menunjang kehidupan. Namun banyak manusia terlalu rakus dan tamak mengeksploitasi lingkungan dan alam dan membuat kerusakan di bumi karena melupakan fungsi manusia sebagai khalifah fil ardhi, dia melupakan jati dirinya sebagai makhluk yang sebaik-baik penciptaan dan mengabaikan peranannya dalam mewujudkan sifat-sifat ilahiyah sebagai maha pemelihara.

Semuga bintal kali ini membawa pencerahan bagi kita sebagai makhluk sosial untuk selalu memperhatikan manusia, hewan dan alam sebagai sebuah integrasi kehidupan untuk mencapai kehidupan yang lebih mashlahat dan bermartabat.

 

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice