MS Kualasimpang Gelar Perpisahan Hakim dan Halal Bi Halal

Kualasimpang | kualasimpang.ms-aceh.go.id
Rabu. 28 Agustus 2013, di ruang sidang utama MS Kualasimpang tidak seperti biasanya terlihat penuh dengan kursi-kursi dan ramai dengan kado-kado seperti acara hajatan atau walimatul ursy. Memang MS Kualasimpang menggelar tiga hajatan sekaligus untuk lebih menerapkan teori efisiensi dan efektifitas dalam menggelar acara, ibarat kata pepatah sekali mendayung sampan, dua tiga pulau terlampaui, mungkin pepatah ini lah yang pantas untuk menggambarkan tiga hajatan tersebut digelar sekaligus.
Acara pertama adalah penutupan sekaligus pengumuman pemenang dan pemberian hadiah perlombaan dalam rangka HUT MA RI ke 68 yang mulai digelar pada tanggal 14 Agustus 2013 yang lalu. Perlombaan yang diikuti oleh semua unsur baik pimpinan, hakim, pegawai serta honorer ini mempertandingkan beberapa cabang olahraga seperti catur, tenis, futsal serta dirangkaikan dengan kunjungan sosial ke panti asuhan berlangsung sukses dan semarak. Bahkan bukan hanya atlit yang mendapat gelar juara saja yang mendapatkan hadiah namun semua pegawai yang tidak mengikuti pertandingan alias penonton atau official juga mendapatkan hadiah hiburan.
Setelah pengumuman pemenang disampaikan oleh ketua panitia pertandingan, Mursyid Syah, S.Ag, semua hadirin riuh dan aplause karena unsur pimpinan tidak mau kalah mendapatkan gelar juara yakni ibu Ketua Hj. Jubaedah, SH berhasil menjadi juara I tenis meja ganda putri berpasangan dengan pegawai honorer, Astuti, sedangkan Wakil Ketua tidak mau ketinggalan berhasil meraih juara I catur putra setelah di final mengalahkan Muhammadan Akhyar (Wasek MS Kualasimpang)
Setelah acara pertama selesai, dilanjutkan dengan acara perpisahan antara keluarga besar MS Kualasimpang dengan Drs. Ahmad Luthfi, hakim MS Kualasimpang, yang akan mutasi dan promosi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Acara yang tadinya riuh dan penuh kegembiraan akhirnya hilang dan muncul suasana yang haru dan membiru.

Suasana ini wajar terjadi karena Drs. Ahmad Luthfi telah mengabdi menjadi hakim MS Kualasimpang selama 10 tahun sehingga memberikan kesan yang mendalam bagi rekan-rekan sejawat lain. Seperti yang disampaikan oleh Drs. Syarwandi, Panitera MS Kualasimpang sebagai perwakilan pegawai telah menuangkan kesan dan pesan dalam bentuk syair dan sajak.
Sedangkan pesan dan kesan mewakili para hakim disampaikan oleh Abdul Ghoni, S,SH,MH. Dari beberapa kesan yang dirasakan oleh rekan hakim dan pegawai terhadap sosok Drs. Ahmad Luthfi adalah beliau dikenal sebagai sosok yang tegas namun sabar, di lingkunganya juga beliau dikenal sebagai penggerak atau motivator untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
Dalam kata-kata perpisahannya, Drs. Ahmad Luthfi beserta dengan isteri menyampaikan ucapan terimakasih, permohonan maaf, beliau juga menyampaikan pesan agar teman-teman sejawat membiasakan membaca al-quran sebelum melakukan pekerjaan sebagaimana halnya beliau tradisikan selama ini.
Sebagai kata sambutan terakhir atau pengarahan disampaikan ibu Ketua MS Kualasimpang, Dra. Hj. Jubaedah, SH. Dalam pengarahannya Ibu Ketua mengucapkan rasa bangga atas suksesnya acara peringatan HUT MA RI ke-68 walaupun dalam kondisi dan suasana yang sangat mendadak. Beliau mengharapkan kita sebagai warga peradilan agar meningkatkan kinerja dan prestasi kerja dalam usia MA RI yang telah mencapai umur 68 tahun dan tetap bersyukur karena Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah semakin maju dan berwibawa sejak bergabung dengan Mahkamah Agung RI.
Ucapan selamat berikutnya ibu Ketua sampaikan terkhusus kepada Drs. Ahmad Luthfi yang mendapat mutasi dan promosi menjadi unsur pimpinan, suatu hal yang harus disyukuri meskipun mutasi ini terasa berat karena harus berjauhan dengan keluarga namun amanah yang akan diemban ini pasti memiliki banyak hikmah dan sebagai batu loncatan untuk menyongsong karir yang lebih bagus, sambil mendoakan semoga kiranya Drs. Ahmad Luthfi tetap sehat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Kemudian sebagai acara penutup atau acara ketiga, MS Kualasimpang juga menggelar halal bi halal karena masih dalam suasana Syawal, yang tidak lain tidak bukan sebagai ajang lanjutan untuk mempererat tali silaturahim dan bermaafan diantara seluruh keluarga besar MS Kualasimpang. Untuk lebih menyemarakkan acara ini, MS Kualasimpang sengaja mengundang penceramah dari eksternal, untuk menyampaikan tausiyah yakni Ketua MPU Aceh Tamiang Bapak Drs. H. Ilyas Mustawa.
Penceramah telah mengkupas secara tuntas makna halal bi halal yang selama ini menjadi tradisi Islam Keindonesiaan. Halal bi halal mengandung makna hablum minallah dan hablum minannas. Dalam dimensi hablum minnallah, halal bi halal adalah suatu pilihan untuk selalu melakukan yang halal dalam setiap aktivitas kehidupan sedangkan halal bi halal dalam dimensi hablum minannas adalah menuntut kemaafan dari manusia. Setelah tausiyah selesai dirangkaikan dengan doa maka di penghujung acara dilakukan pemberian cendera mata, ucapan selamat serta makan bersama. (Amrin Salim)
