PA Nunukan Gelar Malam Pisah Sambut Pansek dan Perpisahan Pegawai

Bahrudin Didampingi Istri dan Mulia Rahman Saat Menyampaikan Pesan dan Kesannya
Nunukan | www.pa-nunukan.go.id
Setelah Senin pagi (30/9) PA Nunukan melaksanakan acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Panitera/Sekretaris (Pansek) baru PA Nunukan di ruang sidang PA Nunukan, malamnya kembali diadakan acara “Malam Pisah-Sambut Panitera/Sekretaris PA Nunukan dari Bahrudin, A.Md., S.H., M.H. kepada Drs. Mohammad Asngari dan Perpisahan Mulia Rahman”.
Acara pisah-sambut Pansek dan perpisahan jurusita pengganti Mulia Rahman yang berlangsung di salah satu hotel terkenal di Nunukan ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar PA Nunukan serta para tamu undangan dari PN Nunukan, Kemenag Kab. Nunukan, KPKN Nunukan dan sahabat-teman Pak Bahrudin yang ada di Nunukan.
Setelah acara “Malam Pisah-Sambut” dibuka oleh Pembawa Acara Nurhalis, S.H., pukul 20.00 WIB, dilanjutkan kemudian dengan penyampaian laporan dari Ketua Panitia H.M. Taufiq H.M., S.H., yang sehari-hari adalah WKPA Nunukan.
Dra. Wahdatan Nusrah, Wapan PA Nunukan, yang mewakili para pegawai yang ditinggalkan, dalam Pesan dan Kesannya tampak tidak dapat menyembunyikan perasaan haru atas kepergian sosok Pansek perintis berdirinya PA Nunukan ini.
Menurut Ibu Wapan yang satu angkatan PP-nya dengan Pansek lama PA Nunukan ini, sebagai Pansek Pak Bahrudin selama 1 tahun 9 bulan masa tugasnya di PA Nunukan ini tidak memperlakukan pegawai hanya sebagai bawahan, tapi lebih banyak sebagai teman dan sahabat sehingga komunikasi dapat terjalin dengan baik.
Terhadap Mulia Rahman, jurusita pengganti PA Nunukan yang akan mutasi ke PTA Samarinda, menurut Ibu Wahdatan sudah seperti saudara sendiri. Apalagi orangnya sangat ringan tangan membantu segala urusan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
“Terus terang kami merasa berat dan kehilangan atas kepindahan 2 orang pejuang perbatasan ini. Namun apalah daya karena tugas dengan lapang dada kami merelakannya,” ujar Ibu Wapan dengan suara berat.
“Berjalan-jalan di Pasar Baru/Tidak lupa membeli gorengan/Kalau Bapak Bahrudin dan Mulia Rahman di tempat kerja baru/PA Nunukan tetap jadi kenangan,” bunyi pantun Ibu Wahdah menutup Pesan dan Kesannya.
Pansek lama PA Nunukan Bahrudin yang didampingi istri dan Mulia Rahman, dalam Pesan dan Kesannya juga tidak dapat menyembunyikan perasaan haru karena harus berpisah dengan PA Nunukan yang telah dirintis dan dibinanya sejak masih dalam “kandungan” induknya di PA Tarakan, dan sejak menjadi “bayi” yang baru lahir.
Malam ini, kata Pak Bahrudin, benar-benar menjadi malam terakhir yang sangat istimewa sekaligus surprise baginya sekeluarga. Sungguh, Beliau tidak menyangka sama sekali kalau teman-teman di PA Nunukan akan mengadakan dan sudah menyiapkan acara “Malam Pisah-Sambuat dan Perpisahan” semeriah ini, dan tempatnya di hotel lagi.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerjasama dan sambutan teman-teman menggelar acara malam pisah-sambut yang meriah seperti ini. Ini adalah malam terakhir di perbatasan yang sulit dilupakan,” ujar mantan Pansek PA Nunukan ini dengan haru.


Para Tamu Undangan dan Perkenalan Pansek Baru PA Nunukan
Drs. Mohammad Asngari, Pansek baru PA Nunukan, yang berkenan menyampaikan salam perkenalan (ta’aruf) menerangkan sedikit riwayat hidupnya. Juga pengalamannya yang pernah “berduet” dengan Pak Bahrudin di PA Tarakan sebagai Wakil Panitera.
“Saya akan melanjutkan program-program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang PA Nunukan yang selama ini telah dirintis oleh Pak Bahrudin,” ujar Pansek baru PA Nunukan ini.
KPA Nunukan Drs. Rusliansyah, S.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat jalan kepada Pansek lama dan selamat datang kepada Pansek baru PA Nunukan. Keduanya, baik Pansek baru maupun Pansek lama PA Nunukan ini pernah bersama-sama Pak Ketua di PA Tarakan selama 3,5 tahun, waktu Pak Ketua masih menjadi Wakil PA Tarakan.
Menurut Pak Ketua, Pak Bahrudin ini adalah sosok figur Pansek yang serba-bisa. Kapaniteraan oke, Kesekretariatan apalagi. Kemampuan implementasi Siadpa Plus Beliau sudah tak diragukan lagi Sulit rasanya mencari Pansek yang punya kemampuan berimbang seperti Beliau ini di Kaltim.
Salah satu perintis berdirinya PA Nunukan ini, menurut Pak Ketua, punya kemampuan “berkomunikasi” (silaturahim) yang sangat baik dan cukup luas. Sehingga Beliau tak hanya dikenal di di Kaltim, di lingkungan PTA Samarinda, tapi juga sudah merambah ke Jakarta, di Ditjen Badilag dan BUA MA-RI.
Maka dengan kepindahan Beliau ke PA Tenggarong, PANunukan sangat merasakan kehilangan pejuang hukum perintis PA Nunukan.
Walaupun begitu, KPA berpesan agar Pak Bahrudin dapat selalu memantau perkembangan PA Nunukan dari jauh sehingga dapat memberikan sumbangan pemikirannya bagi kelanjutan pembangunan gedung kantor PA Nunukan yang baru, yang selama ini sudah dikerjakan Beliau.
Kepada Pansek baru Drs. Mohammad Asngari, KPA Nunukan mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di PA Nunukan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat Kab. Nunukan.
Setelah Pak Ketua selesai memberikan sambutannya, “Malam Pisah-Sambuat dan Perpisahan” ini dilanjutkan dengan pemberian cendera-mata dan kenang-kenangan dari kantor dan pegawai PA Nunukan kepada Pak Bahrudin sekeluarga dan Mulia Rahman.
Dilanjutkan kemudian dengan pemberian ucapan selamat jalan dan selamat berpisah dari seluruh tamu undangan dan pegawai PA Nunukan kepada 2 orang perintis dan pejuang hukum PA Nunukan yang akan segera pergi ke PA Tenggarong dan PTA Samarinda melaksanakan tugas di tempat yang baru.


Foto Bersama dan Pak Baharudin Menyanyikan Lagu “Kemesraan”
Sambil menikmati makam malam, para tamu undangan dan seluruh pegawai PA Nunukan malam itu disuguhi lagu-lagu dari para penyanyi dengan iringan musik elektonnya. Beberapa tamu undangan dan pegawai PA Nunukan ada juga yang menyumbangkan lagu-lagu favoritnyanya menghantar kepergian Pak Bahrudin dan Mulia Rahman ini.
Diiringi hujan gerimis rintik-rintik di luar hotel, Pak Bahrudin didampingi istri dan beberapa orang tamu bersama-sama tampil mengakhiri “Malam Pisah-Sambuat dan Perpisahan” ini dengan membawakan lagu “Kemesraan” yang sangat popular itu.
Selamat jalan wahai perintis dan pejuang hukum PA Nunukan!
Dari perbatasan Indo-Mal kami mengenang dan merindukanmu!
(tim redaksi jurindomal pa-nnk)
