PA Stabat Menggelar Bintal
Stabat | PA Stabat
Di dalam Alqur’an yang menjelaskan tentang shalat ada dua berita yaitu berita yang menggembirakan atau membahagiakan seperti diuraikan dalam surah Al Mukminun ayat 1 s/d 11 yaitu orang yang shalat akan mewarisi surga firdaus.
Akan tetapi sebaliknya ada berita yang menakutkan atau ancaman seperti diungkapkan dalam surah Al Ma’un ayat 1 s/d 7 yang mengancam orang yang lalai dalam shalatnya akan masuk neraka Wail.
Berbicara tentang lalai (ghaflah) Oleh Al Ustaz Tengku Latif Rusydiy menguraiakan ghaflah itu kepada 5 hal yaitu:
- Ghaflah ‘anil wakti :Lalai terhadap waktu shalat, diulur, nantilah, padahal yang terbaik adalah awal waktu.
- Ghaflah ‘aninniati: Niat shalat yang berbarengan dengan takbiratul ihram, seringkali ketika itu juga hati dan pikiran melanglangbuana entah kemana.
- Ghaflah ‘an kaifiyatisshalati: yaitu ia lalai, tak mampu membedakan mana yang rukun apakah itu rukun qouli maun rukun fi’li, sunah, makruh, membatalkan shalat.
- Ghaflatu ‘an hakikatusshalati: lalai dari memperhatikan hakikat shalat yakni Assalatu mi’rajul mukmin dan Asslalatu tanha ‘anil fahsya’ walmunkar, setelah shalat ia masih berbuat yang dilarang. Ghaflatu ‘an ruhisshalati: lalai dari ruh shalat. Ruh shalat adalah khusu’. Khusu’ adalah konsentrasi penuh hati, pikiran dan badan ketika shalat hanya terpusat kepada Allah.
Sebagai ilustrasi tentang khusu’ adalah seperti kissah berikut ini: pada suatu hari seorang nenek yang sudah tua, ketika ia mau shalat duha, tiba tiba terlihat olehnya bahwa telekung/ mukenanya ada koyak/robek sedikit, pada saat itu ia tinggal sendiri di rumah karena anaknya, cucunya sudah pergi kerja dan sekolah.
Sinenek berniat mau menjahit sendiri telekungnya yang koyak tersebut akan tetapi jarum dengan benangnya terlepas, lalu ia berusaha untuk memasukkan benang itu ke lobang jarum, akan tetapi tidak berhasil, lalu ia dari dalam rumah ia keluar rumah dengan maksud supaya lebih terang.
Sesampai di luar si nenek tersebut terus mencoba memasukkan benang ke dalam lobang jarum, begitu konsentrasinya si nenek memasukkan benang tersebut sampai-sampai lewatpun depannya kerbau besar yang lepas, ia tidak lihat lagi.
Ketika itu datang yang punya kerbbau bertanya kepada si nenek: Nek apakah nenek ada melihat kerbauku lewat di sini ? si Nenek menjawab tidak ada ! yang punya kerbau heran lalu bertanya lagi disini ada jejak kaki kerbau ? si nenek menjawab tetap tidak ada melihat kerbau.
Demikian isi bintal tanggal 27 April 2017 oleh Drs.Asman Syarif, M.Hi. dengan kocaknya.
