Pembinaan dan Pengawasan kepada 5 (lima) Mahkamah Syaríyah Kab/Kota melalui aplikasi zoom meeting
Banda Aceh | ms-aceh.go.id
Bertempat di ruang command center Mahkamah Syaríyah Aceh, Hakim TInggi Mahkamah Syar'iyah Aceh Memberikan pembinaan dan pengawasan kepada 5 (lima) Mahkamah Syaríyah Kab/Kota melalui aplikasi zoom meeting, Rabu 10 Juni 2020, dengan Narasumber Drs. H. M. Anshary Mk, SH., MH dan Drs. Usman Syamaun, S.H. dengan materi pembinaan :Hukum Formil dan Materiel.
Mahkamah Syaríyah Kab/Kota yang mengikuti Pembinaan dan Pengawasan antara lain : 1). Mahkamah Syaríyah Takengon, 2). Mahkamah Syaríyah Bireuen, 3). Mahkamah Syaríyah Kutacane, 4). Mahkamah Syaríyah Blangkejeren dan 5). Mahkamah Syar'iyah Simpang Tiga Redelong.
Acara di buka langsung oleh Drs. H. M. Anshary Mk, SH., MH, menyampaikan beberapa hal, antara lain : Putusan Sela Tingkat Banding bukan Sulusi yang baik secara keseluruhannya untuk satu berkas perkara, Kualitas alat bukti Ybs. Harus fokus dipertimbangkan, Dalam Pertimbangan Hukum harus ada kata kunci, Materai alat Bukti adalah Mutlak, Pembuktian dalam Vertek adalah Mutlak, akan tetapi masih ada diskusi selanjutnya;

materi selanjutnya di sampaikan oleh Drs. Usman Syamaun, S.H, menyampaikan tentang : Dalam Berkas perkara Banding masih diketemukan Sebagai berikut: Berkas Perkara Cerai, Alasan Cerai –P cekcok dengan T pisah ranjang, tetapi masih dalam satu rumah, tidak ada nafkah 7 tahun, Dalam Pembuktian ; saksi turut hadir dalam upaya perdamaian kampung, tetapi Hakim tidak aktif melanjutkan pertanyaan yang mendetil lanjutannya, sehingga dalam kasus tersebut Hakim Membebankan sumpah kepada P, dalam Kasus tersebut T. Membantah, OKI Hakim harus aktif dan balan kepada T. Pembuktiannya, Hakim harus mengejar Informasi dari saksi yang mendetilnya sepengetahuannya bagaimana saksi tahu ??, Dalam Pemeriksaan Hakim Harus Fokus pada Permasalahan yang dituju dalam Perkara atau Objek Perkara.
Setelah selesai pemaparan materi di lanjutkan dengan tanyajawab tentang materi yang di sampaikan.
