Pengadilan Agama Wangi-Wangi Gelar Public Campaign Zona Integritas, Dorong Pelayanan Prima di Wakatobi

Wakatobi, [4 Oktober 2025] – Pengadilan Agama Wangi-Wangi hari ini sukses menggelar Public Campaign Zona Integritas (ZI) di area stan Wakatobi Wave. Acara yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk mensosialisasikan komitmen Pengadilan Agama Wangi-Wangi dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani.

Puluhan masyarakat dan pengunjung stand Wakatobi Wape antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Agama Wangi-Wangi beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Wangi-Wangi, Arsyad, S.H.I., menyampaikan pentingnya pembangunan Zona Integritas sebagai upaya menciptakan pelayanan publik yang bebas dari korupsi dan kolusi.

"Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan Pengadilan Agama Wangi-Wangi sebagai lembaga peradilan yang berintegritas tinggi. Melalui public campaign ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Wakatobi memahami hak-hak mereka dan dapat merasakan langsung pelayanan yang transparan, cepat, dan profesional," ujar Arsyad.

Berbagai aktivitas menarik disajikan dalam acara ini, termasuk pembagian stiker anti korupsi, brosur dan leaflet informasi mengenai layanan pengadilan, sesi tanya jawab interaktif dengan pejabat Pengadilan Agama, serta demonstrasi pelayanan publik digital yang kini semakin mempermudah akses masyarakat terhadap keadilan. Suasana public campaign semakin semarak dengan kehadiran maskot ZI Pengadilan Agama Wangi-Wangi yang interaktif, menarik perhatian anak-anak maupun dewasa. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan saran langsung mengenai peningkatan kualitas pelayanan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pengadilan Agama Wangi-Wangi dalam mencapai predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Diharapkan, dengan adanya sosialisasi yang masif ini, kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan semakin meningkat dan cita-cita pelayanan prima dapat terwujud sepenuhnya di Bumi Wakatobi.
(Abu Ayrin)
