logo web

Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on .

Perpisahan Dua Pegawai PA Mempawah Bertabur Pantun

Mempawah | www.pa-mempawah.go.id

Bertempat di Ruang Sidang Utama, PA Mempawah menyelenggarakan perpisahan dua pegawai yang mendapat promosi ke PA lain. Bukan PA Mempawah namanya jika tidak ada acara berpantun-pantun. Karena itu, perpisahan yang dihadiri segenap hakim dan pegawai pada Selasa (19/11/2013), bertabur aneka pantun.

Dua pegawai yang mendapat promosi adalah Suriani S.Ag. dan Mujahid, S.H.I. Yang pertama dipromosikan dari Panmud Gugatan PA Mempawah Kelas II menjadi Panitera Pengganti di PA Pontianak Kelas IA, sedangkan yang kedua dipromosikan dari Panitera Pengganti PA Mempawah Kelas II menjadi Panitera Muda Permohonan di PA Bengkayang Kelas II.

Bu Sur, panggilan akrab Panmud Gugatan PA Mempawah tahun 2010-2013 itu, mengawali sambutannya dengan pantun:

Burung nuri burung dara.

Terbang tinggi di atas awan.

Betapa sulit saya bicara.

Karena rasa sedih tak tertahan.

Bu Sur pantas bersedih. 12 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pula ia mengabdikan diri di PA Mempawah tanpa terputus. Sejak pertama kali diangkat menjadi CPNS awal 2001, lalu diambil sumpah sebagai PNS tahun 2002, menjadi jurusita tahun 2004, kaur umum tahun 2005, panitera pengganti tahun 2006 dan panmud gugatan tahun 2010.

Tak henti-hentinya air mata berlinang membasahi pipi perempuan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Syarif Abdurrahman Pontianak itu. Tak terhitung berapa helai tisu yang diambil untuk menghapus linangan air mata. Seakan ia menyesali kenapa harus ada perpisahan. Seakan berat ia harus angkat kaki dari Kota Bestari.

Dengan pandangan mata sayu, wajah merah dan suara terbata-bata, Bu Sur mengungkapkan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari PA Mempawah. “12 tahun saya di sini. Sejak bangunan kantor masih seluas ruang sidang ini sampai sekarang bangunannya megah dan mewah,” ujarnya.

“PA Mempawah memang jempolan. Kebersamaan dan kekeluargaannya tiada duanya. Pimpinan di sini berwibawa dan bijaksana, tetapi juga gaul. Walaupun beda pangkat, jabatan dan gaji, namun dalam pergaulan tidak ada sekat. Rekreasi bersama, rujakan bersama. Semuanya menyatu. Termasuk saat ada pertandingan PTWP, semua hakim dan pegawai kompak menjadi supporter,” imbuh Bu Sur yang dijuluki “panmud syukuran” karena selalu mengomandani syukuran di kantor.

Karena kebersamaan dan kerja sama yang harmonis sesama rekan kerja, masih menurut Bu Sur, tak heran jika PA Mempawah sering meraih penghargaan, baik di tingkat nasional maupun lokal. Yang paling bergengsi adalah Juara I Lomba Website PA Se-Indonesia tahun 2011.

Setelah menyampaikan terima kasih dan mohon maaf, Bu Sur menutup sambutannya dengan pantun:

Bunga mawar dahannya berduri.

Duri menusuk di jari-jari.

Di Mempawah saya undur diri.

Di Pontianak saya menanti.

 

Kalau Saudara pergi ke sawah.

Jangan membawa serta anak-anak.

Hari ini saya dilepas di Mempawah.

Doakan saya sukses di Pontianak.

 

Kalau ada dahan yang patah.

Jangan disimpan di tepi jalan.

Kalau ada kata dan perbuatan yang salah.

Mohon dimaafkan dan jangan jadi kenangan.

Tak jauh beda dengan penampilan Bu Sur, Mujahid SHI. juga tampak bersedih. Walaupun baru tiga tahun di PA Mempawah, namun masa-masa itu sulit untuk dilupakan. Ia terkesan dengan suasana kebersamaan yang jarang didapat di kantor-kantor lain.

Pak Jahid, sapaan suami dari Reka Rasidah, S.Ag. itu sadar betul konsekuensi sebagai PNS. Baginya, mutasi/promosi jabatan adalah keniscayaan. Karena itu, ia siap mengemban tugas barunya di PA Bengkayang, walaupun berat. “Yang memberatkan, karena jarak tempuhnya yang jauh sehingga saya tidak bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga,” ungkapnya berkaca-kaca.

“Inilah ujian karir saya,” lanjutnya.

Pak Jahid tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar PA Mempawah dan juga memohon maaf. Ia menyebut beberapa orang yang cukup berkesan baginya. Antara lain Warhan Latief.

Hakim asal Bandung yang sudah memasuki tahun ke-5 di PA Mempawah itu menjadi orang istimewa bagi Pak Jahid, karena di antara keduanya terjalin hubungan kerja sama antara ketua majelis dan panitera pengganti. Pak Jahid mengaku banyak belajar dan dibimbing oleh Warhan sehingga ia pernah dinobatkan sebagai panitera pengganti terbaik di PA Mempawah.

Tak mau kalah dengan Bu Sur, Pak Jahid pun berpantun.

Burung tekukur burung kenari.

Keduanya diberi beras ketan.

Mudah-mudahan saya segera kembali ke sini.

Menjadi Panmud Gugatan.

Seusai sambutan pamitan, Yusmaniar, SH. menyampaikan kata sambutan mewakili keluarga besar PA Mempawah. Bu Sur dan Pak Jahid, menurutnya, sudah menyatu dan sehati dengan warga PA Mempawah.

“Bu Sur orangnya ramai. Sehari saja Bu Sur tidak masuk kantor, terasa sepi. Bu Sur sangat rajin dan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan. Sedangkan Pak Jahid, orangnya selalu sigap. Jika ada masalah dengan SIADPA atau komputer, beliau langsung menyelesaikannya. Yang jelas, keduanya telah membantu tugas-tugas kepaniteraan sehingga berjalan dengan baik dan lancar,” tandas Panmud Permohonan PA Mempawah itu.

Menutup sambutannya, Yusmaniar berpantun:

Daun pepaya daun mengkudu.

Dimasak pindang asam pedas.

Selamat tinggal teman-temanku.

Kita berpisah karena tugas.

 

Darimana hendak kemana.

Tinggi rumput dari kepadi.

Hari mana bulan yang mana.

Dapat kita bertemu lagi.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Ketua PA Mempawah, Mahmud, SH., M.Hum. Orang nomor satu di PA yang terletak di Kabupaten Pontianak itu mengatakan bahwa mutasi atau pindah tugas adalah hal biasa. “Kita inginnya berkumpul selamanya dengan keluarga. Namun tidak semua keinginan dapat terkabulkan. Saya pun harus berpisah dengan anak dan istri demi tugas,” pesannya.

“Meskipun sudah tidak menjadi pegawai PA Mempawah, kami yang di sini selalu terbuka untuk menerima Bu Sur dan Pak Jahid. Tetaplah menjalin silaturrahmi!” tambahnya.

Pengambilan sumpah dan pelantikan Kaur Umum


Di hari dan tempat yang sama, Wakil Ketua PA Mempawah, Mahmud, SH., M.Hum mengambil sumpah dan melantik Dini Febri Selsera, ST. sebagai Kaur Umum PA Mempawah. Jabatan ini sempat mengalami kekosongan selama beberapa bulan sejak pengunduran diri Syafie.

Sebelumnya, Dini bertugas sebagai Kaur Umum di PA Sambas. Ia diberhentikan dari jabatan tersebut dan diangkat sebagai pejabat eselon V di PA Mempawah berdasarkan SK Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak No. W14-A/1875/KP.04.6/X/2013. (Tim Redaksi)

Hubungi Kami

Gedung Sekretariat MA (Lt. 6-8)

Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Jakarta Pusat

Telp: 021-29079177
Fax: 021-29079277

Email Redaksi : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Email Ditjen : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Lokasi Kantor

 Instagram  Twitter  Facebook

 

Responsive Voice