Pimpinan PTA Kendari Kunjungi Tokoh Peradilan Agama Di Wilayahnya

WKPTA Kendari H. Cholidul Azhar, SH., M.Hum. (tengah) didampingi Panitera PTA Kendari Drs. Kurthubi, MH. (kanan) bersilaturahmi dengan tokoh pendiri lembaga peradilan agama di Sulawesi Tenggara KH. Hamza Mappa (kiri) (5/9/17)
Kendari | PTA Kendari
Selasa (5/9/17), Wakil Ketua PTA Kendari H. Cholidul Azhar, SH., M.Hum. didampingi Panitera PTA Sultra Drs. Kurthubi, MH. berkunjung ke kediaman salah satu sesepuh peradilan agama di Sulawesi Tenggara. Keduanya diterima dikediaman sang tokoh pukul 18.30 WITA.
Ialah KH. Hamza Mappa tokoh pendiri pengadilan agama di propinsi Sultra. Ia dikenal sebagai pendiri Pengadilan Agama Kendari sekaligus Ketua Pertama. Ia menjabat sebagai Ketua sejak PA Kendari berdiri tahun 1967.
WKPTA dan Panitera PTA Kendari berkunjung mewakili Ketua PTA Kendari. Tujuannya untuk silaturahmi dengan tokoh pejuang pendiri lembaga peradilan agama di Sultra. Silaturahmi ini dimaksudkan untuk memahami sejarah awal pendirian dan perkembangan pengadilan agama di Sultra.
Menurut H. Cholidul, sejarah ini berguna sebagai api semangat aparat peradilan agama PTA Kendari dalam memberikan pelayanan prima kepada para pencari keadilan dengan lebih baik.
Diusianya yang menjelang 90 tahun, Hamza Mappa sangat terlihat bugar. Gerak gerik tubuhnya terlihat lincah. Pun ingatannya masih terasah tajam.
Didepan kedua tamunya, Hamza Mappa menceritakan suka dukanya mendirikan lembaga pengadilan agama di Sultra. Secara singkat, ia menceritakan sejarah berdirinya empat pengadilan agama yang dibidaninya. Secara berurutan ia yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Pengadilan Agama wilayah Sulawesi Tenggara menuturkan keempat pengadilan agama tetsebut. Empat pengadilan agama tersebut adalah PA Kendari, PA Baubau, PA Kolaka dan PA Raha.
Hamza Mappa pun sempat bertukar pikiran dengan kedua tamunya mengenai perkembangan lembaga peradilan akhir – akhir ini dari sisi teknis yudisial maupun manajerialnya.
Untuk para hakim peradilan agama, ia berpesan agar berani melakukan terobosan dalam memutuskan perkara sepanjang sesuai kaidah – kaidah syariah yang berlaku. Selain itu, para pimpinan peradilan agama diingatkan untuk mempelajari syiyasatu syar’iah dan menerapkannya dalam memecahkan perkara yang dihadapinya. Ia memberikan contoh pengalaman pengalamannya disela pesan pesan tersebut.
Disela sela pertemuan, Hamza Mappa sempat melontarkan kebanggaannya atas perkembangan peradilan agama sekarang ini. Menurutnya, perkembangan pengadilan agama sudah sangat pesat dibanding eranya. Sebagai salah satu sesepuh peradilan agama di Sultra, Ia turut bersyukur atas perkembangan tersebut. Ia berpesan agar seluruh aparat peradilan agama di Sultra menjaga integritas dan profesionalitasnya dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan.
Pada kesempatan ini, WKPTA Kendari memohon izin kepada KH. Hamza Mappa untuk memakai namanya guna diabadikan sebagai nama salah satu Ruang Sidang di PTA Sultra. Menurut WKPTA, maksud penggunaan nama tersebut adalah untuk mengingat jasa – jasa Hamza Mappa dalam mendirikan dan mengembangkan lembaga peradilan agama di wilayah Sultra.
WKPTA Kendari (kiri) dan Panitera PTA Kendari (kanan) berfoto bersama tokoh pendiri lembaga peradilan agama di Sulawesi Tenggara KH. Hamza Mappa (tengah) (5/9/17)
Hamza Mappa mengungkapkan rasa terima kasihnya atas niatan penggunaan namanya tersebut. Namun, ia akan memberikan jawabannya segera setelah memohon petunjuk Allah SWT.
Pukul 19.50 WITA, kunjungan yang penuh nuansa kekeluargaan ini berakhir setelah Hamza Mappa mendoakan keselamatan, kesehatan dan kesuksesan seluruh aparat PTA Kendari. Sebagai kenang – kenangan, WKPTA dan Panitera PTA Kendari mengajak KH. Hamza Mappa berfoto bersama. (t.rom)
