PTA Makassar Gelar Pelantikan Ketua PA
Makassar | pta-makassarkota.go.id
Jabatan adalah amanah yang bisa membawa rahmat dan berkah dari Allah SWT, kalau dijalankan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Namun sebaliknya, jabatan itu juga bisa membawa malapetaka kalau jabatan itu disalahgunakan atau diselewengkan.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Drs. H. Alimin Patawari, S.H.,M.H. dalam mengawali sambutannya pada saat pengucapan sumpah jabatan dan pelantikan Ketua Pengadilan Agama Sengkang, Ketua Pengadilan Agama Pinrang dan Ketua Pengadilan Agama Barru. Acara pengucapan sumpah jabatan dan pelantikan tersebut berlangsung pada hari Jum’at, 6 September 2013 bertempat di Aula Kantot Pengadilan Tinggi Agama Makassar.
Lebih lanjut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi pejabat dalam suatu organisasi, termasuk di Lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Makassar adalah merupakan suatu keharusan dan kebutuhan dalam rangka penyegaran sekaligus untuk memberi kesempatan kepada para Hakim untuk mengembangkan karir.
Oleh karena itu, diharapkan kepada Ketua Pengadilan Agama yang baru dilantik agar dapat mensyukuri jabatan ini dengan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga integritasnya dan meningkatkan kualitas kinerjanya dengan baik, karena sudah barang tentu beban kerja dan tanggung jawab yang harus diemban berbeda ketika sebelum menjadi Ketua. Ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon itu semakin kencang pula angin meniupnya. Artinya, semakin tinggi jabatan seseorang semakin besar pula tanggung jawab dan pengaruhnya.
Dalam perspektif yang lain, promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem karir, dengan harapan agar supaya para Pimpinan Pengadilan Agama, khususnya dalam Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Agama Makassar mempunyai pengalaman dan wawasan yang luas, bisa berfikir secara makro dan komprehensif, tidak berfikir sektoral dan parsial, tidak memunculkan egoisme lokal, tetapi melahirkan sifat-sifat yang arif, bijaksana, adil dan profesional, sehingga dapat menjadi bagian penting dari dunia Peradilan secara menyeluruh. Upaya-upaya untuk mencapai kesempurnaan harus terus dilakukan secara bersama-sama di antara seluruh stake holder yang ada, mulai dari unsur pimpinan yang tertinggi sampai kepada pegawai yang terendah. Tidak ada sesuatu yang sulit kita lakukan kalau dilakukan di atas landasan kebersamaan.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Drs. H. Alimin Patawari, S.H.,M.H. secara spesifik mengingatkan beberapa hal di antaranya, Pertama: Seorang pimpinan harus mampu menjadi tauladan terhadap siapa yang dipimpinnya. Hal ini penting karena peran pimpinan dalam sebuah organisasi sangatlah menentukan.
Sebaik apapun sarana dan prasarana yang kita miliki dan sebesar apapun anggaran yang diberikan, kalau dimensi ketauladanan dan perhatian dari pimpinan tidak ada, maka tidak akan mungkin Badan Peradilan yang Agung, mandiri, moderen dan berwibawa dapat diwujudkan. Kedua: Para pimpinan Pengadilan Agama, khususnya Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris agar selalu melakukan koordinasi yang baik dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan-kegiatan. Sebab koordinasi yang baik antara pimpinan adalah merupakan salah satu kunci sukses dari sebuah pengadilan.
Adapun Ketua-Ketua Pengadilan Agama yang dilantik adalah Ketua Pengadilan Agama Sengkang, Dra. Hj. Rudianah Halim, S.H. yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Pengadilan Agama Sengkang menggantikan Dr.Hj. Harijah Damis, S.H.,M.H. yang dimutasi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Makassar Kelas I-A, Ketua Pengadilan Agama Pinrang Kelas I-B, Drs. H. Pandi, M.H. yang sebelumnya sebagai Hakim pada Pengadilan Agama Makassar Kelas I-A menggantikan Drs. Bardis, M.H. yang meninggal dunia beberapa bulan lalu dan Ketua Pengadilan Agama Barru, Drs. Muhammad Takdir, S.H. yang sebelumnya sebagai Wakil Ketua pada Pengadilan Agama Mamuju menggantikan Drs. H. M. Anas Malik, S.H.,M.H. yang di mutasi menjadi Hakim pada Pengadilan Agama Makassar Kelas I-A. ( by Amin/pta-mks).
