Sambut Hari jadi MA, PA dan PN Sengkang Anjangsana ke Panti Asuhan

Sengkang | pasengkang.net
Salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati hari ulang/Hari jadi Mahkamah Agung RI adalah, PA dan PN Sengkang melaksanakan kegiatan sosial dengan anjasana ke Panti Asuhan setelah selesai upacara pada tanggal 19 Agustus 2013. Dipilihnya acara ini sebagai bentuk mensykuri nikmat Allah swt.
Dalam Q.S Ibrahim/14: 7 artinya: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat pedih.” Mensyukuri nikmat berarti melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Mensyukuri nikmat bukan sekedar berucap, tetapi realisasi dalam kehidupan.
Sebagai realisasi mensyukuri nikmat Allah swt., hakim wanita PA Sengkang berkunjung ke Panti Asuhan untuk berbagi dengan para anak yatim. Para hakim wanita itu mudah tergugah untuk berbagi dengan anak panti asuhan karena naluri keibuan sangat melekat pada diri seorang wanita, naluri mengasuh mendidik dan kasih sayang.
Tiba di Panti asuhan tersebut disambut oleh pengurus panti dan anak-anak panti. Siang itu tidak terasa panas setelah bertemu anak-anak panti yang cantik-cantik, gagah-gagah, bersih dan kelihatan mereka sangat terurus. Para hakim wanita mengagumi penampilan anak panti yang rapih dan bersih.
Panti Asuhan Darussalam Muhammadiyah Sengkang kini menampung 34 orang anak, 12 laki-laki dan 22 perempuan, kesemuanya tidak ada yang putus sekolah. Kini ada yang masih SD, ada di SMP, SMA dan ada yang sudah mahasiswa dengan biaya dari masyarakat dan bea siswa dari perguruan tinggi setempat.
Panti asuhan Muhammdiyah Sengkang juga berpungsi sebagai panti sosial, sehingga anak-anak panti dibina sesuai kemampuan dan keahliannya, bahkan ada yang sudah lulus sebagai pegawai negeri sipil.
Panti asuhan Darussalam Muhammaddiyah Sengkang menampung anak yatim, anak yatim piatu, anak terlantar dan anak tidak mampu, bahkan ada eksodus yang dibina dipanti asuhan tersebut, karena pintar dan kepribadiannya bagus, maka pengelolaah panti kerjasama dengan perguruan tinggi setempat membiayai kuliahnnya hingga selesai.
Menurut pengurus panti bahwa bantuan masyarakat tidak henti-hentinya datang, terutama berupa beras kepentingan makanan pada anak panti asuhan., dan itu terlihat masih menumpuk disudut ruangan.
Bantuan dari PA. dan PN berupa beras, gula pasir Indomie dan lain sebagainya. Acara kunjungan itu diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh pengurus panti.
(Libraa)
