Suka-Duka CPNS PA Nunukan Ikuti Diklat Prajabatan di Megamendung

Peserta LPJ Berambut “Cepak” Berbaris Rapi Saat Apel
Megamendung | www.pa-nunukan.go.id
Mulai Rabu (18/9/2013) hingga Jum’at (11/10/2013), selama 24 hari, menjadi hari-hari bersejarah bagi dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) PA Nunukan.
Kedua CPNS PA Nunukan itu, yakni Yis Andispa, S.Sy dan Rustam, S.H., harus melewati hari-hari berat dan penuh tantangan selama mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung R.I. di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Keikutsertaan kedua CPNS PA Nunukan mengikuti Prajabatan ini sesuai surat Badan Litbang Kumdil MA No: 100/Bld/S/VII/2013 tentang Pemanggilan Peserta Diklat Prajabatan Gol. III Gelomang II Tahun Anggaran 2013, tanggal 26 Juli 2013.
Di samping 2 CPNS dari PA Nunukan, Prajabatan Gelombang II di Megamendung ini diikuti pula oleh CPNS dari PA Tarakan, CPNS PA dan PN Tanjung Selor, dan CPNS PN Sangatta, masing-masing 1 CPNS. Kemudian ada 2 CPNS dari PN Kutai Barat, sama seperti PA Nunukan.
Maka Rabu (18/9) siang itu, sekitar pukul 13.30 WIB, kedua CPNS PA Nunukan berangkat menuju Tarakan dengan menggunakan speed-boat regular Nunukan-Tarakan, dengan waktu tempuh selama 3 jam.
Dari bandara Juwata di Tarakan, keduanya malam itu langsung terbang ke Jakarta dengan pesawat Lion Air. Selanjutnya dari Jakarta keduanya melanjutkan perjalanan menuju komplek gedung Balitbang Diklat Kumdil MA di Megamendung, Bogor, yang berhawa dingin.
KPA Nunukan ketika melepas kepergian kedua CPNS PA Nunukan ini berpesan agar keduanya dapat menjaga kesehatan dan tidak lupa membawa payung. Perubahan cuaca dari panasnya Nunukan ke dinginnya “Kota Hujan” Bogor, sedikit banyak tentu berpengaruh bagi kesehatan.
“Ungkapan “sedia payung sebelum hujan” berlaku efektif di sana,” canda Pak Ketua dengan senyum ketika melepas keduanya saat itu.
Setelah menempuh perjalanan panjang yang menghabiskan waktu kurang-lebih 10 jam, keduanya tiba dengan selamat di komplek gedung Balitbang Diklat Kumdil MA, Megamendung, Bogor, sekitar pukul 24.00 dini hari itu.
Semua peserta Prajabatan yang sudah tiba di Megamendung pada malam/pagi dini hari itu, keesokan paginya langsung check-in dan melakukan pendaftaran di bagian perpustakaan Balitbang Diklat Kumdil MA.
Menurut Yis Andispa, CPNS PA Nunukan, pada saat pendaftaran Prajabatan ini ada yang sedikit “berbeda” dirasakan para pendaftar yang datang dari seluruh Indonesia.
6 pelatih Prajabatan yang berasal dari Anggota Marinir Korps TNI-AL yang mendampingi panitia pendaftaran sudah memasang tampang “sangar” dan sedikit memperlihatkan “kegeramannya” kepada para calon peserta Prajabatan.
Setidaknya, kata Yis Andispa, ada kurang-lebih 40 persen calon peserta yang harus menerima kanyataan ini: memangkas kembali rambut “cepak”-nya karena dinilai masih agak panjang. Jika tidak melakukan aksi potong “cepak” ini lagi, bisa-bisa peserta Prajabatan tidak mendapatkan buku dan peralatan Prajabatan yang disediakan Panitia.

Para Peserta Prajabatan Gol. III Gelombang II TA 2013
Memang, keadaan yang menegangkan tersebut sudah tidak menjadi hal yang menakutkan bagi calon peserta Prajabatan. Masing-masing peserta Prajabatan telah mengantisipasi dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi Prajabatan yang menerapkan pendidikan dan pelatihan semi-militer oleh para pelatih handal Marinir TNI-AL.
“Sebuah perjalanan awal yang harus dihadapi para calon peserta Prajabatan dalam menjalani keseharian dengan sikap disiplin, kebersamaan, dan selalu taat pada aturan,” ujar Yis Andispa melaporkan dari Megamendung.
Semoga awal Prajabatan ini membawa hikmah untuk dapat ditanamkan hingga waktu pelaksanaan Prajabatan selesai.
(tim redaksi jurindomal pa-nnk - yis andispa)
