Tahun Baru Hijriah, PTA Jambi Gelar Jumat Bersih

KPTA Jambi, Drs. H. Muzani Zahri, SH., MH, (berdiri) memimpin Jumat Besih.
Jambi | pta-jambi.go.id
Dalam rangka tahun baru 1435 H, warga Pengadilan Tinggi Agama Jambi mengelar jumat bersih, (8/11/2013).
Gotong royong ini fokus membersihkan pekaran kantor PTA Jambi yang terletak di komplek perkantoran Pemerintah Kota Jambi dan Provinsi Jambi di Jalan KH Agus Salim, Kota Jambi.
Mulai dari unsur pimpinan, hakim tinggi, pejabat, hingga staf dan tenaga honorer semuanya aktif mengikuti gotong royong, baik di halaman depan, maupun di samping kantor PTA Jambi.
Ketua PTA Jambi Drs. H. Muzani Zahri, SH., MH yang memimpin langsung gotong royong ini mengatakan bahwa kantor yang selalu bersih juga mencerminkan jiwa orang-orang yang bekerja pada kantor tersebut.
‘’Jiwa yang bersih juga akan tercermin dari kantor yang bersih,’’ ujarnya.
Selain Ketua PTA Jambi, Wasek PTA Jambi, Meiradinata, S.Ag didampingi Kasubbag Umum PTA Jamb. Hj. Mayatu Sofia, SH mengatakan bahwa gotong royong ini sengaja dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah.
‘’Ini tahun baru Hijriah, semuanya harus kembali dalam keadaan bersih, makanya kita menetapkan hari Jumat pagi untuk gotong royong,’’ ujarnya. (Jurdilaga PTA Jambi)
Tumbuhkan Semangat Gotong Royong
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi, Drs. H. Muzani Zahri, SH., MH, menyebutkan pentingnya mengambalikan semangat gotong royong dalam kehidupan saat ini.
Hal tiu disampaikannya pada saat memimpin gotong royong dalam rangka tahun baru hijriah 1435 yang diselenggarakan PTA Jambi, Jumat (08/11/2013).
Menurut dia, semangat gotong royong harus terus dipertahankan. Gotong royong sendiri jangan sampai disalah artikan hanya bekerja sama dalam soal kebersihan, namun gotong royong itu masuk ke semua area kehidupan kita sehari-hari.
‘’Gotong royong untuk kebersihan kantor ini adalah sebagian kecil darinya,’’ ujarnya dihadapan warga PTA Jambi saat dilaksanakan gotong royong.
Semangat gotong royong itu sebutnya, juga akan menghilangkan jiwa individualistis seseorang. Kenapa demikian? Karena jiwa dan semangat gotong royong memiliki semengat mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan individu.
Dia menyebutkan, saat ini tidak sedikit masyarakat yang hidup individualistis. Oleh karena itu, menurut dia, warga peradilan agama harusnya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan agar semua pekerjaan bisa dikerjakan dengan semangat gotong royong dan saling mengisi.
Tidak hanya itu saja, pada gotong royong ini juga banyak yang bisa kita amati dan kita ambil sebagai pelajaran.


Pelaksanaan jumat bersih
‘’Semuanya bisa dijadikan pelajaran, semua bekerja, dan pekerjaannya juga berbeda-beda, ada yang mengambil sampah, ada yang membakar sampah dan yang lain-lain, semuanya memiliki tugas masing-masing, itu bisa disebut keahlian masing-masing, itu lah saling menutupi dan saling mengisi, yang penting bisa bermanfaat untuk orang lain,’’ tukasnya. (Jurdilaga PTA Jambi)
