Tim Sidang Keliling PA Pangkalan Kerinci Bertaruh Nyawa Arungi Gelombang Bono

Gelombang bono di sungai Kampar bisa setinggi 2 hingga 3 meter yang dapat membahayakan kapal penumpang, namun spot yang menarik bagi peselancar (Dok. Pemkab. Pelalawan)
Pangkalan Kerinci | pa-pangkalankerinci.go.id
Rabu (25/9/2013) lalu, tim sidang keliling PA Pangkalan Kerinci melakukan perjalanan menuju lokasi sidang keliling di Kecamatan Kuala Kampar. Tim dipimpin langsung oleh KPA Pangkalan Kerinci, Dra. Hj. Milfanetti, MHI (Ketua Majelis), Afrizal, S.Ag (Hakim Anggota), Yang Ariani, S.Ag (Hakim Anggota) dan Hanifah Anom, SH (Panitera).
Perjalanan menuju Kecamatan Kuala Kampar bukanlah perjalanan yang mudah. Tim harus menempuh perjalanan 6 hingga 7 jam menggunakan speed boat (kapal cepat) yang merupakan moda transportasi satu-satunya mengarungi sungai Kampar. Tim berangkat sekitar pukul 10.30 WIB dari pelabuhan kecil yang terletak di Kabupaten Pelalawan
Pada saat berangkat kondisi cuaca tampak normal. Lazimnya cuaca di Kabupaten Pelalawan yang panas membakar kulit. Arus sungai Kampar juga tampak normal seperti hari biasa dan tidak ada tanda-tanda akan ada gelombang pasang. Kepada redaksi, Afrizal - salah satu tim sidang keliling - menuturkan bahwa setelah beberapa jam perjalanan, sekitar pukul 14.00 WIB nakhoda kapal tiba-tiba menghentikan speed boat. “di depan kita ada gelombang bono, kita tunggu sebentar nanti setelah mendekat baru kita terabas gelombang itu”, terangnya, menirukan nakhoda kapal.
Di saat gelombang mendekat kapal langsung menerobos dan berjalan disela-sela gelombang yang diperkirakan sekitar 2 meter itu layaknya peselancar. Semua penumpang panik, termasuk tim sidang keliling PA Pangkalan Kerinci. Gema takbir dan doa-doa turut dipanjatkan demi keselamatan penumpang.
Untuk diketahui bahwa gelombang bono adalah fenomena alam yang biasa terjadi karena disebabkan pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju hilir. Kata bono sendiri menurut tokoh masyarakat setempat berasal dari sebuah cerita pada dahulu kala secara turun temurun yang berarti benar.
Bagi dunia peselancar baik wisatawan domestik maupun manca negara, gelombang bono di sungai Kampar adalah sebuah fenomena yang mengagumkan, karena gelombangnya menyamai gelombang lautan yang sangat cocok untuk bermain selancar.
Gelombang bono adalah satu-satunya di Indonesia, biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Hijriyah yang biasa disebut penduduk sebagai "Bulan Besar" atau "Bulan Purnama". Biasanya "gelombang Bono" atau "Ombak Bono" yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Hijriyah tersebut.
Sekitar 10 menit tim sidang keliling PA Pangkalan Kerinci bersama penumpang yang lain berada dalam ayunan gelombang bono yang menakutkan. “10 menit yang menegangkan, ini adalah pengalaman yang tidak terlupakan”, kata Afrizal kepada redaksi. “alhamdulilah rintangan itu berhasil kita lalui dan dapat menuju lokasi sidang keliling dengan selamat sekitar pukul 17.00 WIB”, lanjutnya.
Tim sidang keliling berencana menyidangkan 12 perkara. Sebagai bentuk perwujudan justice for all dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, sidang keliling tetap dilakukan, meskipun harus bertaruh nyawa mengarungi gelombang bono. (tim IT)
