TVRI Yogyakarta Liput Kiprah Hakim Tinggi Perempuan PTA Yogyakarta

Dr. Djazimah Muqoddas, SH., MHum., (paling kiri) bersama rekan sesama hakim tinggi perempuan PTA Yogyakarta
Yogyakarta | www.pta-yogyakarta.go.id
Kiprah salah seorang hakim tinggi PTA Yogyakarta, Dr. Djazimah Muqoddas, SH., MHum., sebagai hakim perempuan dan sebagai aktivis sosial kemasyarakatan menarik perhatian TVRI Yogyakarta. Pihak televisi lokal tersebut hari Kamis (14/11/2013) mewawancarai Djazimah di kantor PTA Yogyakarta sekaligus mengadakan peliputan aktivitas kesehariannya di kantor.
Djazimah yang sehari sebelumnya baru usai mengikuti rapat kerja daerah PTA Yogyakarta, saat ditemui menyampaikan bahwa peliputan tersebut terkait salah satu program acara rutin TVRI Yogyakarta. Acara dimaksud adalah Program Jelita yang mengekspos kiprah kaum perempuan daerah berprestasi yang ditayangkan setiap hari Rabu.
'Syuting' aktivitas Djazimah di kantor ini mendapat dukungan dari Ketua PTA Yogyakarta yang sebelumnya telah memberikan izin peliputan. Seluruh pegawai juga dengan antusias membantu demi kelancaran momen yang jarang terulang tersebut. Tak kurang tim IT yang sibuk menyiapkan materi tambahan berupa dokumentasi foto dan video.
Menurut informasi yang diperoleh dari crew televisi, hasil liputan tersebut, sesuai jadwal akan disiarkan tanggal 20 November.
Djazimah Muqoddas dalam karirnya tercatat sebagai hakim peradilan agama pertama yang meraih gelar doktor. Disertasinya yang berjudul asli Hakim Perempuan di Peradilan Agama (Studi Komparatif tentang Kedudukan Hukum Hakim Perempuan Menurut Fuqoha dan Peraturan Perundang-undangan di Negara-negara Muslim) telah dipublikasikan ke dalam buku berjudul Kontroversi Hakim Perempuan pada Peradilan Islam di Negara-negara Muslim dengan penerbit LKiS, Yogyakarta.

Suasana pengambilan gambar oleh TVRI Yogyakarta di ruang rapat PTA Yogyakarta
Djazimah sendiri bukan orang baru di Yogyakarta. Mantan Bendahara Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) kelahiran tahun 1954 ini lahir dan menempuh pendidikan hingga tingkat sarjana di kota ini. Semasa muda beliau sudah dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan maupun di kampus.
