Ujian CPNS untuk Honorer di PTA Samarinda Berjalan Lancar

Samarinda | www.pta-samarinda.net
Sudah menjadi komitmen Mahkamah Agung, dalam rangka reformasi birokrasi dan reformasi peradilan terus melakukan pembenahan dan reformasi di semua bidang, yang salah satunya termasuk pembenahan dalam proses pelaksanaan penerimaan CPNS Tahun 2013.
Dalam penerimaan CPNS ini, MA telah memiliki standar baku yang telah disesuaikan dengan standar dari Kemenpan. Dalam pelaksanaannya lebih transparan, pendaftaran melalui sistem online, pelaksanaan test serentak pada waktu yang sama untuk seluruh Pengadilan Tingkat Banding di seluruh Indonesia. Karenanya manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan bersainglah secara fair.
Hal ini disampaikan oleh Jamaludin (Kabag IKN, Biro Perlengkapan BUA-MARI) selaku Ketua Tim Panitia Pusat dalam pesannya ketika memberikan sambutan pembukaan di hadapan para peserta umum di PT Samarinda dan di hadapan para peserta honorer K2 di PTA Samarinda.
Lebih lanjut Jamaludin menyampaikan bahwa dari beberapa upaya pembenahan dan reformasi yang telah dilakukan MA, sampai saat ini telah memperlihatkan hasil dan membuahkan beberapa prestasi.
Sebagai contohnya prestasi terakhir yang diperoleh MA adalah menjadi salah satu Kementerian/Lembaga yang memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai Lembaga Negara dari kelompok III (jumlah satker lebih dari 100) yang sukses mengelola BMN selama setahun terakhir. Oleh karena itu, MA tidak mau hanya karena gara-gara adanya kecurangan atau kesalahan dalam penerimaan CPNS ini, akan merusak segalanya yang telah berhasil diraih.
“Jangan percayai oknum-oknum yang menjanjikan bisa diterima dan menjadi CPNS di Lingkungan MA. Jangan pernah mau menerima opini-opini sesuatu tentang MA sehingga akan menimbulkan kecurigaan dan berburuk sangka terhadap penerimaan CPNS di MA tahun 2013 ini. Jika memang dinyatakan lulus, maka MA akan meluluskannya tanpa memandang asal, siapa, dan latar belakang saudara-saudara”, tegas Jamaludin berpesan kepada para peserta.
Di hadapan para peserta ujian CPNS tenaga honorer K2 yang bertempat di PTA Samarinda, Jamaludin sangat berharap bisa lulus seluruhnya. Alasannya menurut Jamaludin, karena dari fakta yang terjadi khususnya terkait kapasitasnya sebagai Kabag IKN-Biro Perlengkapan yang mengurusi pelaporan BMN, sering dijumpai beberapa operator SIMAK-BMN di satker Pengadilan yang masih berstatus honorer.
“Dengan mempertimbangkan hal tersebut, untuk honorer ini telah terukur kinerja dan pengabdiannya. Dan honorer ini yang sering saya suarakan kepada pimpinan MA, agar bisa mendapatkan skala prioritas”, tutur Jamaludin.

Tampak dengan disaksikan perwakilan dari peserta ujian, Panitia menunjukan berkas soal yang masih disegel rapi dan siap dibagikan.
Namun demikian dengan segala keterbatasan formasi dan jumlah, sangat tidak mungkin untuk bisa diterima seluruhnya pada tahun 2013 ini. Oleh karenanya kepada para peserta tenaga honorer K2, Jamaludin berpesan jika memang tidak dapat terakomodasi pada tahun ini agar jangan pernah patah semangat dan berkecil hati. “Tetaplah bersemangat dan teruslah berkarya untuk kemajuan MA, karena pimpinan di pusat tidak pernah berhenti memikirkan nasib saudara-saudara”, pungkasnya.
Pelaksanaan Test Pemerimaan CPNS 2013 di Kalimantan Timur
Wilayah Kalimantan Timur menjadi salah satu tempat penyelenggaraan test penerimaan CPNS di Lingkungan MARI tahun 2013. Pada hari Minggu [03/11/2013] secara serentak pada waktu yang sama di seluruh Pengadilan Tingkat Banding seluruh Indonesia menyelenggarakannya, demikian juga di wilayah Kalimantan Timur dimulai tepat pukul 09.00 WITA.
Test penerimaan CPNS kali ini diikuti oleh peserta umum sebanyak 87 orang untuk formasi Calon Panitera Pengganti dan Calon Jurusita Pengganti. Dari jumlah tersebut, 45 orang peserta berasal dari pelamar di PT Samarinda dan 42 orang peserta berasal dari pelamar di PTA Samarinda. Dan untuk peserta umum ini penyelenggaraannya dipusatkan di PT Samarinda.
Selain Test penerimaan CPNS kali ini diikuti oleh peserta umum, juga diikuti oleh peserta dari tenaga honorer yang masuk kategori 2 (K2) sebanyak 28 orang. Namun dari jumlah tersebut ternyata ditemukan 2 orang peserta telah mengundurkan diri, 2 orang peserta memiliki data ganda, dan 3 orang tidak hadir. Sehingga jumlah yang hadir mengikuti test hanya tersisa 21 orang peserta.


(Photo kiri :) Tampak para peserta umum di aula kantor PT Samarinda, berjuang keras bersaing untuk bisa menjadi CPNS di Lingkungan MARI. (Photo kanan :) Suasana Ujian Peserta Tenaga Honorer K2 di aula kantor PTA Samarinda.
Laurensius Sibarani, S.H. (Plt. Ketua PT Samarinda) dalam arahannya menyampaikan bahwa tidak pernah ada komunikasi langsung antara panitia pusat dengan panitia daerah, bahkan kenal saja baru saat ini. Sehingga tidak perlu khawatir adanya nepotisme dan dijamin kerahasiaan soal-soal testnya. Karenanya ujian saat ini tentunya sangat fair, diawasi dan dapat dipertanggung jawabkan. “Tidak ada komunikasi antar peserta saat ujian, ikutilah sebaik-baiknya sesuai aturan dan tata tertib yang ada, dan semoga semuanya bisa lulus untuk mengisi kekosangan formasi-formasi yang ada di Kaltim”, pesan Lauren. [Pan-PTA]
