Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto : Korupsi Musuh Kita Bersama

Tangerang | ms-aceh.go.id
Memasuki hari kedua Sosialisasi / Koordinasi Sistem Pengelolaan Pengaduan dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan Badan Pengawasan MA di Hotel Aryaduta Tangerang Provinsi Banten yang tampil sebagai pemateri adalah Wakil Ketua KPK Dr. Bambang Widjojanto, SH., MH. dengan makalah berjudul Peran Pengawasan Internal KPK Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.
Tampil low profil, Bambang menyampaikan paparannya dengan penuh guyon seolah-olah beliau bukan pimpinan KPK yang terkenal garang terhadap korupsi ini. Menurut Bambang, KPK dengan Badan Pengawasan MA harus bersama-sama dalam mencegah dan memberantas korupsi maupun penyimpangan lainnya, karena korupsi membuat rakyat Indonesia hidup miskin dan menderita.
“Semestinya rakyat Indonesia hidup dengan kemakmuran karena kekayaan alam yang melimpah, tapi oleh karena korupsi merajalela di mana-mana, akibatnya rakyat menderita,” kata Bambang dengan tegas.
KPK dengan segala kewenangannya akan terus berusaha tanpa mengenal kompromi untuk mencegah dan menangkap orang yang diduga melakukan korupsi atau pelanggaran lainnya seperti menerima suap dan selanjutnya memprosesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. KPK tidak akan gentar menghadapi tantangan dari manapun demi terwujudnya Indonesia yang bebas korupsi.
“Korupsi adalah musuh kita bersama, oleh karena itu mari secara bersama-sama memberantasnya,” ujar Bambang berharap.
Bambang Widjojanto memutar beberapa film yang menjadi inspirator dalam melaksanakan tugas. Film pertama yang diputar adalah seorang manusia yang tidak mempunyai tangan dan kaki, tapi orang tersebut tidak pernah mengeluh apalagi apatis dalam melakoni hidupnya. Sebaliknya, ia hidup seperti layaknya manusia normal dengan berbagai aktivitas yang dijalaninya seolah-olah kekurangannya tidak menjadi penghalang baginya untuk berkereasi.
Bambang menjelaskan, dalam melaksanakan tugas harus selalu bersemangat dan optimis akan berhasil. Harus diusahakan dengan segala daya dan upaya agar tugas seberat apapun dapat dilaksanakan dengan baik.
Bambang mencontohkan, bahwa KPK hanya memiliki 55 orang penyidik yang akan menangani berbagai kasus yang berasal dari seluruh Indonesia. Tapi dengan semangat dan tekad untuk berbuat yang terbaik, maka beberapa kasus yang besar dapat diselesaikan dengan memenjarakan koruptor.
Film lain yang diputar adalah seorang musisi tuli tapi mampu menciptakan lagu yang merdu dan sangat mencengangkan. Musisi tersebut bekerja bukan hanya dengan indranya, tapi dengan perasaan dan hati nurani.
Menurut Bambang, seseorang dalam melaksanakan tugas selain dengan fikiran dan tenaga, juga harus disertai dengan hati nurani yang diistilahkannya dengan ruhiyah.
“Kita bekerja harus dengan ruhiyah,” ujar Bambang seperti layaknya seorang Ustadz yang sedang memberikan ceramah.
Peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti dan menyimak setiap kata yang disampaikan Bambang Widjojanto sehingga tidak terasa waktu berlalu lebih dari dua jam. Peserta sepertinya ingin lagi berlama-lama mendengarkan penyampaian Wakil Ketua KPK tersebut, tapi waktu jualah yang membatasinya.
(AHP)
